| Senin, 11 Juli 2005 | SALA |
Dari Pelepasan Siswa SMP PL Bintang LautSaatnya Mengaktualisasikan Kemampuan DiriIRAMA gending karawitan yang sayup-sayup mulai mengalun, mendadak seperti menghentikan keramaian yang terasa di Wisma Boga Solo Baru sore itu. Semakin lama, irama musik tradisional itu pun semakin mengeras ketika mampu menyita perhatian ratusan orang yang hadir dan memenuhi ruangan itu. Lalu, saat satu repertoar gending selesai dimainkan, tepuk tangan pun terdengar menggema ke seluruh ruangan. Tepuk tangan itu sebagai bentuk kekaguman kepada sekelompok orang yang telah begitu fasih memainkan instrumen dari salah satu alat musik tradisional Jawa, gamelan. Ya, kelompok karawitan tersebut memang pantas mendapatkan tepuk tangan yang meriah. Mengapa? Karena seluruh anggotanya masih berusia belia. Dengan usia yang masih belasan tahun, tentu saja kemampuan memainkan musik gamelan seperti itu bisa dikatakan sesuatu yang hebat. Itulah salah satu daya tarik yang muncul dalam acara Pelepasan siswa kelas III SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta yang diselenggarakan di Wisma Boga Solo Baru pada Rabu (6/7) lalu. Sebagaimana yang terjadi, acara tersebut sepertinya memang menjadi ajang aktualisasi diri para siswa SMP tersebut. Kelompok karawitan itu sejatinya hanyalah satu di antaranya, karena masih banyak kreatifitas siswa yang muncul dalam bentuk kemampuan yang lain. Lihat saja setelah kelompok karawitan tersebut usai, kemudian menyusul pembacaan puisi, tari-tarian, drama, hingga kemudian sampai kelompok musik modern (band). "Selain untuk pelepasan siswa, acara ini sejak awal memang kami konsepkan untuk ajang aktualisasi diri terhadap kemampuan para siswa. Bahwa apa yang telah mereka dapatkan selama menuntut ilmu di sekolah, sedikit banyak teraktualisasikan dalam acara ini," ujar Ananta Praktiknjo BS SE, ketua panitia. Mengukir Prestasi Demikinlah kiranya, ketika para siswa SMP yang terletak di kawasan Jalan Slamet Riyadi itu tengah mengaktualisasikan kemampuan diri yang sekaligus difungsikan untuk memeriahkan acara pelepasan siswa kelas III. Acara yang bersifat silaturahmi itu pun lebih tampak seperti acara kreasi siswa. Hebatnya, kreatifitas para siswa tersebut tidak hanya sekadar berhenti pada kemampuan bakat dan minat saja. Namun lebih dari itu, mereka juga telah diakui reputasinya. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah prestasi yang pernah diraih oleh para siswa SMP Bintang Laut. "Misalnya saja untuk kelompok karawitan, kami pernah meraih juara I lomba karawitan SMP tingkat Kota Surakarta. Lalu pada bidang yang lain, siswa kami juga telah banyak menuai prestasi," tutur Br Nikolaus Prasadja H FIC, Kepala Sekolah. Dan agaknya, reputasi SMP Bintang Laut yang dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Kota Solo itu pun semakin lengkap ketika tahun ini mampu meluluskan 100 persen siswa kelas III. Hebatnya lagi, kelulusan itu masih ditandai dengan nilai rata-rata di atas delapan. "Karena itu, kami menganggap pantas kalau prestasi yang diraih itu dirayakan. Termasuk ketika panitia pelepasan siswa tahun ini juga memberikan sumbangan kepada sekolah dengan nilai puluhan juta, tanpa terlalu membebani orang tua siswa. Kami berharap, sumbangan komputer, OHP, printer dan lain-lain dapat mendukung proses pembelajaran." Begitulah, malam itu, pelepasan siswa memang tak ubahnya perayaan. Apalagi juga hadir kelompok musik humor Pecas Ndahe yang mampu menghibur dengan tampilan lagu-lagu parodinya. Penampilan Pecas Ndahe itu sekaligus menutup acara. (Wisnu Kisawa-42d) |