| Senin, 11 Juli 2005 | SALA |
Pencurian CPU Kembali TerjadiBANJARSARI - Dalam beberapa bulan terakhir aksi pencurian CPU merebak di Kota Solo. Sejak pencurian CPU di sejumlah Kantor Kelurahan sebelum pilkada berlangsung hingga kasus serupa yang terjadi di SMA Santo Yosef belum terungkap, peristiwa yang sama terulang kembali. Jumat (8/7) lalu, pencurian dua unit CPU merek Yxrex dan IPC yang ada di Kantor Kelurahan Sumber, tepatnya di Jalan Kauripan N0 8 Sumber, Banjarsari, juga terjadi. Aksi pencurian itu baru diketahui oleh Wagiyo (55), tukang kebun yang akan membersihkan balai kelurahan saat mengetahui pintu masuk kelurahan dan jendela rusak. Begitu saksi itu mengecek ke dalam, ternyata 2 unit CPU telah hilang. Tidak ada saksi yang melihat saat aksi pencurian langsung. Sebab, ketika pukul 06.30, Wagiyo yang hendak membersihkan balai kelurahan sudah mendapati kondisi kantor itu telah berantakan. Diduga kuat, pelaku pencurian terlebih dahulu merusak pintu kelurahan dan menjebol jendela. Kantor Kelurahan Sumber saat malam hari memang tidak terjaga, sehingga pelaku dengan leluasa masuk kantor kelurahan dan membawa kabur barang yang diincarnya. Wagiyo, saat kejadian memang tidak berada di lokasi tersebut, akan tetapi dia tinggal di rumahnya di Kampung RT 01 RW 09 Sumber, Banjarsari. Sebelum pencurian perangkat lunak komputer itu terjadi di Kelurahan Sumber dan dilaporkan di Polresta Surakarta, sehari sebelumnya juga terjadi kasus serupa. Kali ini giliran Kantor Dinas Dikpora yang ada di Jalan Moh Yamin 105, Serengan, Solo, menjadi incaran pencuri. Satu unit CPU dan sebuah mesin printer merek Canon SP200 hilang. Kejadian itu baru diketahui Yoas Suroto (54), pegawai Dikpora saat masuk kantor melihat kunci kelurahan telah rusak. Setelah dicek, CPU berikut printernya yang berada meja telah hilang. Pencurian tersebut baru diketahui Kamis (7/7) pagi sekitar pukul 08.00 saat saksi itu hendak masuk kantor. Begitu mendapati ada barang yang hilang, Yoas Suroto akhirnya mengadukan kasus ini ke Polresta Surakarta. Sejak kasus pencurian CPU yang terjadi di sejumlah tempat, hingga kemarin belum ada yang terungkap. Hal ini diakui Kasat Reskrim, AKP Djoko Tjahjono. Meski begitu, penanganan kasus ini, kata Djoko, juga menjadi salah satu prioritas untuk diungkap siapa pelaku yang kerap melancarkan aksi pencurian CPU di berbagai tempat belakangan ini. (G11-42h) |