| Senin, 11 Juli 2005 | WACANA |
Surat PembacaPasarkan BonekaSaya karyawati perusahaan swasta yang punya hobi membuat boneka dari bahan kain flannel, (variasi boneka berupa gantungan kunci, magnet kulkas). Model dan bentuknya lucu-lucu sehingga dapat untuk suvenir. Saya ingin mengembangkan hobi tersebut tetapi kendalanya soal pemasaran. Saya tak tahu mesti ditawarkan/dijual ke mana. Adakah pembaca yang mau memasarkan boneka-boneka flannel ini agar jerih payah saya tidak sia-sia. Vivi Widiastuti BS *** Bulu Ketiak dan Kanker Barangkali informasi ini berguna. Berdasarkan penelitian Anderson Cancer Center disimpulkan, wanita yang mencukur bulu ketiaknya ternyata 10 kali lebih rentan terhadap kanker payudara dibanding mereka yang membiarkan bulu ketiak tumbuh apa adanya. Dr Therese Bevers dari MD Anderson mengungkapkan, dengan mencukur bulu ketiak, maka akan timbul banyak luka tak kasat mata serta pori-pori di daerah tersebut akan membesar. Ini memungkinkan toxin dan zat kimia dari berbagai produk seperti deodorant, bedak, dan krim akan mudah memasuki kulit. Deodorant antiperspirant menambah mudah toxin masuk ke dalam kulit, karena antiperspirant mencegah pengeluaran keringat yang bisa membantu melunturkan toxin yang masuk. Toxin yang masuk itu dapat tertimbun pada payudara, dan akibatnya timbulnya kanker. Bevers menjelaskan bulu ketiak memang berguna untuk melindungi ketiak dari zat racun yang hendak masuk dari luar tubuh, karena di ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun terutama ke payudara dan bagian tubuh lainnya. Kemungkinan transportasi toxin ke bagian tubuh lain juga ada, sehingga memang ketidakadaan bulu ketiak juga memudahkan tumbuhnya kanker di bagian tubuh lain seperti paru-paru, jantung, dan otak, terutama bila di payudaranya sudah tumbuh kanker. Untuk wanita yang kurang menjaga kebersihannya, ketiadaan bulu ketiak juga memungkinkan bakteri dan kuman tertimbun di pori-pori dan memudahkan timbulnya bisul atau abses. Setiap rambut yang tumbuh pada tubuh kita memang dapat menjaga organ tubuh vital yang ada di dekatnya. Adalah ironis, banyak wanita yang membuang bulu ketiaknya hanya karena alasan mode padahal di dekat ketiak terdapat organ yang sangat penting yaitu payudara. Joko Suprayoga *** Antara Dosa dan Rokok Imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tidak merokok selalu disambut bagai angin lalu. Peringatan bahaya rokok yang tertempel di kemasan bungkus rokok juga tak bannyak pengaruhnya. Mungkin, karena akibat buruk rokok tidak dirasakan secara langsung. Ironisnya, dampak bagi para perokok pasif malah lebih cepat. Saya heran dengan banyaknya fenomena merokok di kalangan pesantren. Juga 'dalil makruh' yang masih saja dipertahankan. Kalau mau shalat, makan bawang putih/bawang merah dimakruhkan karena faktor bau, saya kira hal demikian tidak pas jika dilekatkan pada rokok. Karena rokok masalahnya bukan hanya pada bau. Meski tidak mendalami fiqih, saya pikir sudah saatnya rokok difatwakan haram. Karena dampak bagi para perokok pasif sudah makin banyak. Tidak merokok, tetapi harus turut menanggung dampak negatifnya. Minimal, kepulan asap yang berpotensi menyesakkan jalan pernafasan. Jika Anda pernah naik bus yang sarat penumpang dan ada lebih dari 10 mulut yang berkepul asap di dalam bus itu, maka Anda akan tahu seperti apa rasanya (kecuali jika perokok). Banyak keluarga muda yang menjadi sering bertengkar, salah satunya akibat kebiasaan merokok yang tidak bisa dihentikan. Ketika anak sudah sakit (seringnya seputar paru-paru) dan si Bapak masih terus merokok, tentu saja si ibu menjadi lebih cepat marah. Sayang anak ... sayang istri. Berhenti merokok sekarang juga. Siti Jazimah *** Swalayan ADA Tidak Punya Mushala Sebulan sekali saya berbelanja di swalayan ADA Majapahit Semarang selalu melihat pemandangan yang mengenaskan, khususnya shalat karyawannya di tempat terbuka yang dulunya bekas loket pembayaran parkir motor di halaman parkir. Masak sih swalayan yang bangunannya magrong-magrong begitu tidak menyediakan mushala. SPBU Kedungmundu saja yang lebih kecil ada mushalanya. Kasihan dong sama karyawannya, sudah tempatnya terbuka dan sempit. Saran, kalau memang tidak sanggup memberikan fasilitas ini alangkah baiknya membuat pintu khusus/darurat yang tembus ke masjid PP ad-Dainuriyah. Apa salahnya membuka pintu pagar ke ''tetangga sebelah''. Tidak perlu merasa gengsi, justru kita salut, apalagi ADA tidak perlu menambah biaya fasilitasi sarana umum. Jangan kalah sama SPBU. Asmai Isman N *** Kena Razia KTP Bergumam mulut ini rasanya membaca Suara Merdeka beberapa waktu lalu. Seorang anggota Dewan terkena razia gabungan operasi KTP tanpa alasan jelas. Lebih bergumam lagi, datang protes dari teman anggota Dewan lainnya yang tidak ikut dalam rombongan. Beliau menilai tindakan aparat menghentikan dan memeriksa KTP anggota Dewan tidak benar (ulangi, tidak benar) karena merekaa memiliki hak imunitas/kekebalan. Pemeriksaan seperti itu merupakan bagian dari penyidikan dan harus ada izin Gubernur karena diatur dalam PP no 25 pasal 106 tentang Susduk MPR, DPR, DPD dan DPRD. Sebagai orang awam, saya tidak tahu persis apa itu PP atau apa itu hak imunitas (barangkali petugas operasi pun kurang tahu). Namun kita berharap sebagai wakil rakyat mestinya dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat dan tak perlu menyalahkan pihak lain. Yang lebih penting introspeksi atau mawas diri yang berangkat dari 3 m, yaitu mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri. Demikian pesan dai kondang Aa Gym dalam santapan rohani pada salah satu acara di TV swasta beberapa waktu lalu. Chusnul Marom *** Nada Sambung Hilang Saya pengguna Simpati 081326049056 yang tertarik dengan layanan nada sambung pribadi. Tanggal 13 Juni 2005 saya mengirim sms ring on 0110294, ke 1212. Nada sambung pribadi menanti sebuah jawaban dari padi pun saya terima pada hari yang sama. Harusnya masa aktifnya 30 hari, seperti yang dijanjikan promonya karena pulsa saya berkurang Rp 9.900. Namun 2 hari kemudian tepatnya tanggal 15 Juni 2005 nada sambung saya hilang, setelah saya telepon ke 116, nada sambung tersebut ada lagi. Yang membuat saya kecewa, sejak tanggal 20 Juni nada sambung saya hilang lagi... Bagaimana Telkomsel. Saya kecewa dan minta penjelasan serta penggantian atas kerugian saya. W Frida Vivi O *** Saling Membantu Busung lapar sesungguhnya karena kekurangan gizi bertahun-tahun. Tidak adil kalau hanya menimpakan kesalahan kepada pemerintah sekarang yang baru berumur setahun. Harus diakui, sejak 1998, perhatian kita hanya menitikkanberatkan pada reformasi politik dan pertumbuhan ekonomi. Bidang kesehatan sama sekali terabaikan. Busung laparlah hasilnya. Perlu juga dicermati komentar seorang mantan Presiden, yang keheranan dengan keadaan itu karena menganggap negara ini subur. Benarkah?. Negara sudah hancur lebur. Maka sudah tidak saatnya kita saling mencari kesalahan, menganggap diri paling benar dan paling bisa. Mari semua saling bahu membahu mengatasi negara yang sudah diambang kehancuran, sembari terus berdoa semoga Tuhan masih sayang kepada kita. Ani Taruastuti *** Mohon Tayangan TV Beberapa tahun lalu ada sebuah film berjudul Matahari mengisahkan seorang mata-mata wanita internasional di Perang Dunia I. Kisahnya masih cukup menarik untuk dijadikan tontonan saat ini. Bahkan pelakunya kebetulan juga berasal dari Indonesia. Semoga ada stasiun TV yang mau menayangkan kembali. Mohon juga lagu-lagu Barat dan Indonesia tahun 1940-1950-an sesekali atau agak sering diperdengarkan, syukur berikut resensi sebab penggemarnya masih cukup banyak. Juga di mana dapat membeli kaset lagu-lagu piano instrumental Bp Jaya Suprana? Afnan Tio |