| Senin, 11 Juli 2005 | NASIONAL |
SOSOKBelum Tonton Gie
SUDAH tiga minggu ini Prof Arief Budiman PhD, sosiolog Indonesia yang menjadi dosen di Australia, menghabiskan waktu liburnya di Salatiga. Cari kehangatan, katanya. Maklumlah, Australia sekarang sedang mengalami musim dingin. Selain itu, tentu ada kehangatan yang lain dari interaksi dengan kolega-koleganya di Salatiga, sesuatu yang mungkin tidak didapatkan di Melbourne, Australia. "Senang aja bisa dengar kembali orang omong Jawa atau bahasa Indonesia. Di sana, mimpi pun pakai bahasa Inggris," guraunya, di saat-saat rehat di seminar "Perubahan Politik, Sosial dan Humaniora" yang diselenggarakan Jurnal Renai, milik Yayasan Percik Salatiga, Sabtu (9/7) lalu. Jurnal Renai memuat kajian ilmiah bidang politik lokal, sosial dan humaniora. Tiga tahun lalu, salah satu artikel jurnal itu tulisan Dr Helena Agustine, menjadi rujukan Departemen Pendidikan Nasional untuk merancang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Soal Gie Lalu obrolan beralih soal mendiang adiknya, So Hok Gie, yang saat ini sangat populer karena dibuat film oleh Mira Lesmana dkk, dengan bintang utama Nicholas Saputra. Gie berselisih umur dua tahun dengan Arief, namun mati muda karena menghirup gas beracun ketika naik gunung. Sudah menonton filmnya? "Belum. Mira (Lesmana-Red) ngajak saya untuk launching film itu di Jakarta, tapi saya sedang nggak minat ke sana. Jadinya diubah ke Semarang tanggal 14 Juli nanti. Saya belum tahu di gedung bioskop mana. Tapi saya akan ke Semarang, Kamis nanti." Ditanya tentang sosok adiknya, Arief mengenangnya sebagai sosok yang lengkap. Intelektualnya dan integritasnya bagus, suka petualangan dan pergaulannya luas dari kalangan bawah hingga elite. "Di SD, saya lagi seneng-senengnya membaca Kho Ping Ho, dia sudah membaca tulisannya Ki Hajar Dewantara," kata Ketua Program Studi Indonesia di Universitas Melbourne itu. "Tetapi hubungan kami nggak selamanya mulus. Saya sering berantem dengannya. Kadang nggak saling menyapa untuk waktu lama. Tapi menjelang kematiannya, hubungan kami baik sekali," akunya.(Anto Prabowo -21v) | ||||