| Senin, 11 Juli 2005 | SEMARANG |
SD Hj Isriati Gunakan Pengajaran BilingualSEMARANG - SD SD Hj Isriati Baiturrahman Semarang, mulai tahun ajaran 2005/2006 akan menggunakan bilingual (dwibahasa) Inggris dan Indonesia dalam pengajaran siswa kelas I-VI. Penggunaan dwibahasa itu, hanya terbatas pada mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan. Kepala Sekolah SD Hj Isriati Baiturrahman Semarang, Drs Sunoto, mengatakan hal itu di hadapan anggota Komite Sekolah dan orang tua siswa, di Aula Masjid Baiturrahman, Sabtu pagi (9/7). Yakni, dalam acara Launching Penggunaan Dwibahasa dan pertemuan orang tua murid kelas I, serta orientasi program SD Hj Isriati Baiturrahman tahun ajaran 2005/2006. Menurut Sunoto, dalam pengajaran menggunakan dwibahasa, para siswa akan diberi beberapa tahap. Pada tahap pertama, guru akan menggunakan bahasa campuran dulu, baik dalam bahasa pengantar maupun percakapan. Baru kemudian sampai ke soal-soal yang memakai bahasa Inggris. "Kami sebenarnya sudah mempersiapkan setahun yang lalu. Pengajaran dengan metode dwibahasa itu, hasil kerja sama SD Hj Isriati Baiturrahman Semarang dengan Fun Language International dari United Kingdom," paparnya. Ditambahkan, pada Agustus nanti, siswa kelas V yang bernama Roni Mahendra akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika di Taiwan. Selain itu, pada Agustus mendatang pihaknya juga akan melakukan pertukaran kegiatan untuk pembelajaran lingkungan pada usia dini di Jepang. Sudah Siap Sebenarnya, imbuhnya, secara kualitas dan kuantitas siswa maupun para guru sudah siap dengan metode pembelajaran dwibahasa. Dalam kesempatan tersebut, juga akan diusahakan pembangunan laboratorium bahasa. "Kami juga berharap agar warga sekolah mulai guru, siswa, sampai orang tua, turut mendukung dengan jalan menggunakan penggunaan bahasa Inggris dalam beberapa kesempatan, agar kemampuan siswa terasah," jelasnya. Dalam melakukan pengajaran kepada siswa, sekolah tersebut mempunyai dua target, yaitu individualistik dan sosialistik. Dengan target itu, siswa dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan iman dan perbaikan akhlak. Selain itu, akan memperbanyak amal melalui sarana pengajaran di sekolah. Acara juga diisi dengan pementasan kesenian para murid yang diasuh Sanggar Tari Greget pimpinan Yoyok Priambodo. Pada pementasan tersebut, para siswa menampilkan drama kesenian daerah dengan menggunakan bahasa Inggris. (fzm-37a) |