| Senin, 11 Juli 2005 | SEMARANG |
Rendah, Pengetahuan Reproduksi Sehat RemajaSEMARANG- Upaya parenting, yakni dengan mempersiapkan diri sendiri menjadi orang tua yang bijak, merupakan solusi yang diharapkan mampu mengurangi terjadinya seks bebas. Pemahaman reproduksi sebagai proses asal-usul terjadinya kehidupan ini ingin menegaskan, pengetahuan reproduksi yang buruk akan melahirkan ge-nerasi penerus yang buruk pula. Selama ini, rasa tanggug jawab dan kepedulian remaja terhadap persoalan seks masih dinilai rendah. Terlebih lagi, minimnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi akibat keengganan untuk lebih mampu memahami dampak dari seks bebas. Menurut psikolog Hastaning Sakti, remaja termasuk kalangan mahasiswa, perlu adanya upaya pendampingan berkaitan dengan maraknya seks bebas ataupun hamil di luar nikah. "Kita perlu membiasakan untuk belajar sebagai orang tua yang akan melahirkan generasi berkualitas. Tentunya, pemahaman ini ditanamkan mulai dari usia remaja," katanya dalam talk show Peranan Kesehatan Reproduksi dalam Upaya Mewujudkan Generasi Berkualitas. Acara tersebut dilaksanakan berkaitan dengan peresmian Diponegoro Care Center (DCC) yang diadakan Forum Kajian Kesehatan Reproduksi dan Puslitkes Lemlit Undip di Gedung Widya Puraya kampus Undip Tembalang, Sabtu (9/7). Dia mengungkapkan, remaja selama ini hanya dipersalahkan dalam soal seks bebas, karena hal ini tidak akan memunculkan dialog yang menemukan solusi pemecahan. Oleh karena itu, keberadaan DCC diharapkan mampu menjembatani persoalan remaja. (mhr-37) |