logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Juli 2005 SEMARANG
Line

Permadani Siap Bantu Pembelajaran Bahasa Jawa

SEMARANG - Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) siap membantu pembelajaran bahasa Jawa di sekolah negeri maupun swasta. Bahasa Jawa tersebut, mulai diajarkan mulai tahun ajaran mendatang di SD hingga SMA.

"Secara kualitas maupun kuantitas, anggota Permadani siap dengan potensi yang dimiliki. Kami akan menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tinggal menunggu dari Diknas selaku instansi yang berwenang, untuk diberikan syaratnya," kata H Edi Suprapto selaku Ketua Umum Permadani Pusat dalam acara Musyawarah Besar Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) V, Sabtu (9/7) malam.

Acara itu diadakan di Aula Gedung D Dinas P dan K Provinsi Jateng Jl Pemuda 134 Semarang, dan dibuka oleh Asisten III Sekda Provinsi Jateng, Drs Hadi Prabowo MM, mewakili Gubernur Jateng.

Menurut Edi, pengajuan itu didasarkan kepada Konggres Bahasa Jawa III di Yogyakarta pada 2000.

"Kala itu, Gubernur Jateng dan DIY sudah sepakat akan mempertahankan dan mengembangkan bahasa Jawa. Salah satunya lewat sekolah formal," kata Edi. Saat ini, pengajaran dan pembelajaran bahasa Jawa sangat minim, karena tidak pernah diajarkan maupun diadakan pelatihan.

Permadani sebagai organisasi yang bergerak di bidang pelestarian kebudayaan Jawa, ingin menyumbangkan potensi yang dimiliki para anggotanya.

Organisasi yang dibentuk 4 Juli 1984 itu, sekarang beranggotakan sekitar 23.600 orang, yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Beri Penghargaan

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Permadani memberikan penghargaaan Argya Anubawa Permadani kepada lima orang yang dianggap mampu melestarikan kebudayaan Jawa.

Penghargaan Argya Anubawa Permadani diberikan kepada seseorang yang peduli dan memberi kontribusi terhadap perkembangan serta pelestarian kebudayaan Jawa.

Penghargaan diberikan kepada Gubernur Jateng, H Mardiyanto; Pemimpin Umum Harian Suara Merdeka, Ir H Budi Santoso; Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat; mantan Gubernur Jateng, H Ismail; dan pendiri Permadani, Mulyadi Purwoatmodjo. Edi mengatakan, sejak 21 tahun Permadani berdiri baru kali ini memberikan pengharagaan kepada para tokoh.

"Kami menaruh hormat kepada para tokoh di Jateng, khususnya yang mampu memberikan kontribusi terhadap kelestarian budaya Jawa," tegasnya.

Budi Santoso, misalnya, diberi penghargaan karena sebagai pemilik koran terbesar di Jawa Tengah, Suara Merdeka, mampu memberikan kontribusi pelestarian kebudayaan Jawa lewat kolom kebudayaan tiap minggu.

"Apalagi dengan logo Semar sebagai Sang Pamomongnya," ujar Edi. Di akhir acara, Prof Ir Eko Budihardjo MSc menuturkan, ia merasa prihatin dengan sebagian orang yang merasa malu kalau tidak bisa berbahasa Inggris. Sebaliknya, mereka tidak malu kalau tak bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar.

Rupanya, keprihatinan itu sedikit berkurang manakala hadir dalam acara Mubes Permadani. Simak saja petikan puisinya yang menunjukkan kelegaannya.

"Rasanya surga ada di ruangan ini, lihat saja semua orang di ruang ini mampu nguri-nguri kebudayaan Jawa," ujar Rektor Undip itu.(fzm-60a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA