logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Juli 2005 SEMARANG
Line

Dua Perpustakaan Akan Jadi Pilot Project

SEMARANG - Dua perpustakaan di tingkat kecamatan/desa di Jateng akan dipilih untuk dijadikan pilot project tingkat nasional. Pemilihan dilakukan Perpusda Jateng yang bekerja sama dengan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).

Pihak CCFI akan memberikan dana bantuan masing-masing Rp 10 juta untuk dua perpustakaan yang terpilih, guna peningkatan pelayanan selama satu tahun.

Proyek peningkatan mutu pelayanan perpustakaan merupakan hasil kerja sama Perpusda Jateng, Yayasan Taimiyyah Jakarta sebagai mitra kerja sama Coca Cola Foundation. Selain di Jateng, wilayah lain yang dijadikan pilot project adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Ketua yayasan Taimiyyah Jakarta, Heru Sukarsono mengatakan, dana Rp 10 juta tersebut tidak boleh digunakan untuk kebutuhan fisik, tetapi untuk pengembangan kegiatan layanan dan bukan untuk pengembangan koleksi atau sarana.

Hal itu disampaikan Heru saat menghadiri pelatihan pengembangan perpustakaan kecamatan/desa sebagai rumah belajar yang diselenggarakan Perpusda Jateng di Hotel Muria, 3-6 Juli. Pelatihan itu dikuti 24 pengelola perpustakaan tingkat kecamatan/desa dari 24 kabupa-ten/kota se-Jateng.

"Hasilnya akan kami monitor selama satu tahun. Setiap tiga bulan kami akan mengunjungi perpustakaan itu. Kalau ada permasalahan, kami juga memberi konsultasi bagaimana mengatasi permasalahan tersebut dalam pengembangan perpustakaan sebagai rumah belajar," katanya.

Pinjam Buku

Kegiatan perpustakaan selama ini hanya meminjamkan buku kepada para anggotanya. "Minat baca tidak bisa hanya pasif, tetapi bagaimana perpustakaan bisa menarik minat orang untuk datang ke perpustakaan," ujarnya.

Menurut Heru, perpustakaan umum dapat memberikan berbagai layanan lainnya, seperti bimbingan belajar kepada siswa dari tingkat SD hingga SMA. Kemudian diadakan pengembangan kegiatan penelitian kecil-kecilan, serta memberikan ketrampilan. Dengan kegiatan tersebut orang akan memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan membaca buku. "Namun diawali dari layanan kegiatan yang memancing orang untuk datang ke perpustakaan."

Guna meningkatkan pelayanan, pengelola perpustakaan bisa bekerja sama dengan pihak luar seperti Puskesmas, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), bila memang kegiatan itu berkaitan dengan pengembangan kesehatan, lingkungan pertanian dan sebagainya.

"Kita perlu mengubah paradigma, bahwa perpustakaan itu hanya untuk orang yang sekolah atau kuliah. Masyarakat umum sebetulnya juga membutuhkan perpustakaan untuk mencari referensi. Perpustakaan bisa menyelenggarakan seminar atau pelatihan," ujarnya.

Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Jateng, Dra Titik Rahajoe mengatakan, membangun budaya baca dan belajar bukan hanya membangun perpustakaan saja, tetapi lebih dari itu, dan yang paling penting adalah pengelolaannya.

"Kami berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan mengelola perpustakaan secara efektif dan efisien serta mampu menjalankan dan meningkatkan perpustakaan sesuai dengan perkembangan." (sjs-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA