| Senin, 11 Juli 2005 | SEMARANG |
Pengusaha Transportasi Konsumsi Sabu-SabuSEMARANG - Hadi Kiswanto (59), warga Kampung Banaran, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, ditangkap aparat Satreskrim Polres Semarang Selatan. Dari tangannya, polisi menyita dua bungkus plastik sabu-sabu, masing-masing seberat dua gram. Pengusaha transportasi kendaraan berat yang nyaris bangkrut itu ditangkap polisi di rumahnya, Sabtu (9/7), pukul 19. 00. Hingga kemarin, polisi masih mengembangkan kasus tersebut secara intensif. Bapak tiga anak itu mengaku mengonsumsi sabu-sabu sejak dua tahun lalu. Dia mengenal barang haram itu dari sejumlah sejawatnya, yang kerap mengonsumsinya. ''Dari kumpulan dengan teman-teman, saya mulanya mencoba. Namun lama-lama saya ketagihan,'' kata tersangka. Ia mengaku, kini keluarganya tidak utuh lagi. Sebab, istrinya telah lama pergi ke Singapura dan hingga kini tak kembali. Dengan demikian, dia membesarkan tiga anaknya sendirian. Sabu-sabu itu mulanya dia beli dari teman-temannya. Namun setelah teman-temannya ditangkap polisi dan hingga kini masih mendekam di LP, dia mulai kesulitan mencari barang haram itu. ''Kalau dulu, saya pakai sabu-sabu sampai sakaw,'' ungkapnya. Beli di Jakarta Hingga suatu ketika, dia berusaha jualan elektronik, beberapa minggu lalu. Dia kulak (beli untuk dijual lagi) barang elektronik di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Di tempat itulah, dia berkenalan dengan seseorang yang mengaku bisa menyediakan sabu-sabu secara mudah. Singkat kata, dia membeli sabu-sabu itu kepada orang tersebut. ''Setiap gram sabu-sabu, saya beli Rp 600.000. Saya membeli sampai tiga gram, jadi sekitar Rp 2,8 juta. Setelah itu, saya pakai sedikit-sedikit, sampai sekarang ini masih,'' papar pria yang pernah disel di LP Kedungpane 1994, karena mencuri 1.800 potong seragam TNI AD milik Mabes TNI AD di Kalipepe itu. Meski lama mengonsumsi sabu-sabu, dia tidak sampai menularkan kebiasan buruknya itu kepada anak-anaknya. Tingkat ketergantungannya, kini mulai parah. Dia merasa tak mampu menghilangkan kecanduannya itu, meski sejak beberapa bulan terakhir ini didera sakit jantung. ''Dokter sudah meminta agar saya menghentikan mengonsumsi sabu-sabu. Kata dokter, dalam jantung sudah terinfeksi sabu-sabu. Tetapi rasanya sangat berat, bila tidak mengonsumsinya,'' kata Hadi, sembari geleng-geleng kepala.(G5-18a) |