| Senin, 11 Juli 2005 | SEMARANG |
Remidi Ujian Nasional MembingungkanSEMARANG - Sejumlah siswa SMP yang belum lulus ujian nasional (UN) kebingungan dengan pelaksanaan program remidi. Pasalnya, UN periode II berlangsung pada 22-24 Agustus, padahal mereka harus mengikuti pendidikan awal tahun pelajaran 2005/2006 pada 18-20 Juli. Seorang siswa SMP di Kota Semarang, Endah (15), mengungkapkan kebingungannya membagi waktu antara mengikuti pelajaran di SMA dan ikut remidi yang diselenggarakan di SMP asal. ''Sampai saat ini, saya tidak tahu harus memprioritaskan mana dulu. Sekolah tidak memberi pengarahan harus pilih yang mana. Padahal, satu minggu lagi sudah harus masuk sekolah di SMA,'' ujarnya sambil meminta nama sekolahnya dirahasiakan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Drs Suwilan Wisnu Yuwono MM mengemukakan, siswa yang akan mengikuti UN periode II diharapkan segera mengikuti program remidi sekolah asal masing-masing. Program remidi, ujar dia, hanya sebatas pada mata pelajaran yang diujikan secara nasional dengan perolehan nilai tidak melampaui 4,26 sehingga program tersebut tidak menyita banyak waktu siswa. ''Siswa yang belum lulus bisa memprioritaskan program remidi. Soal mengikuti pelajaran pada awal tahun pelajaran bisa menyusul kemudian,'' ungkapnya. Menurut keterangan Suwilan, awal tahun pelajaran merupakan program reguler untuk siswa yang dinyatakan lulus dalam ujian yang mematok nilai minimal 4,26 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika tersebut. Siswa yang belum lulus, meski mendapat perlakuan sama dengan siswa yang telah lulus, diharapkan menyelesaikan tahapan-tahapan yang belum dilampaui dengan mengikuti remidi dan ujian periode II. Membingungkan Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Rasdi Ekosiswoyo MSc menyoroti pelaksanaan UN 2005 yang membingungkan masyarakat karena kebijakan yang diambil sering kali berubah-ubah. ''Pada awalnya UN periode II akan dilakukan pada Oktober tapi tiba-tiba diajukan Agustus. Kenapa tidak begitu dinyatakan belum lulus, langsung diselenggarakan ujian periode II. Kalau harus menunggu Agustus, membingungkan sekolah dan siswa yang belum lulus,'' paparnya. Berkaitan dengan program remidi yang bersamaan dengan masa awal tahun pelajaran, ujar dia, siswa yang belum lulus bisa mengikuti pelajaran ke sekolah jenjang yang lebih tinggi pada pagi hari sedangkan remidi pada sore hari. Pemilahan waktu semacam itu, lanjut Rasdi, agar kedua program itu bisa berjalan sehingga siswa bisa lulus dalam UN periode II. ''Kalau tidak pandai-pandai menyiasati, bisa-bisa tidak lulus sehingga penerimaan di sekolah ke jenjang yang lebih tinggi terpaksa dibatalkan,'' katanya. (H7-37j) |