| Senin, 11 Juli 2005 | SEMARANG |
Remaja 14 Tahun Curi Taksi
SEMARANG SELATAN - Gn (14), warga Jl Singa Dalam, Kelurahan Kalicari, Pedurungan ditangkap aparat Satuan Reskrim Polres Semarang Selatan, Minggu (9/7) pagi. Remaja itu nekat mencuri taksi Tugu Muda H-1013-GX yang ngetem di Terminal Banyumanik. Tertangkapnya Gn setelah mobil curian yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di kawasan Taman Tabanas pukul 03.00. Taksi itu menabrak sebuah minibus yang dikemudikan Parwoto (45), warga Srondol Kulon RT 1 RW 7, Banyumanik. Hingga kemarin, tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres. Taksi Tugu Muda dan minibus yang mengalami rusak parah pada bagian depan itu juga diamankan di Mapolres. Kapolres AKBP Harry Nartanto melalui Kasat Reskrim Iptu Grajita mengemukakan, tersangka ditangkap setelah mobilnya mengalami kecelakaan. Mulanya dia mengaku sebagai pemilik taksi. Namun tersangka tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan. Setelah menjalani pemeriksaan, Gn akhirnya mengaku baru saja mencuri mobil. Sangkaan itu makin kuat setelah pemilik taksi, Agus Ambon (38), warga Asrama Brigif, Banyumanik melapor ke Polres. Disuruh Kakak Gn mengaku mencuri taksi karena disuruh kakaknya yang kini masih sekolah di sebuah SMK Negeri di Semarang. Mobil itu rencananya akan dijual kepada seseorang di Krapyak seharga Rp 40 juta. Hasil penjualan taksi akan dipakai untuk membiayai sekolah kakaknya. ''Kakak saya bilang begini, kono maling mobil. Nanti buat biaya sekolah aku. Ibu saya seorang penjahit di rumah, sedangkan ayah tukang becak. Mereka tidak punya uang untuk menutupi biaya sekolah kakak,'' kata tersangka, lugu. Dia kemudian berangkat dari rumah menuju terminal Banyumanik, Sabtu malam. Di sana dia sempat tidur sebentar. Begitu terbangun sekitar pukul 03.00, dia mulai beraksi. Ketika mendatangi antrean taksi di terminal Banyumanik, dia melihat taksi milik korban kuncinya masih tergantung. ''Pemiliknya tidak ada. Saya langsung masuk ke mobil, lalu tancap gas menuju ke arah utara mau ke Krapyak,'' katanya. Gn mengaku mengemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Ketika sampai di lokasi kejadian, dia berusaha mendahului mobil tak dikenal dari samping kanan. Namun, dia terlalu lebar hingga taksi melampaui marka jalan. Tabrakan tak terelakkan, ketika sebuah minibus yang dikendarai Parwoto berpapasan dari arah berlawanan. Parwoto yang saat itu baru saja pulang kerja sebagai petugas satpam di RSUP Dokter Kariadi, tak mampu menghindari tabrakan itu. Akibatnya, kedua mobil itu mengalami rusak parah. Parwoto mengalami luka-luka dan dibawa ke UGD RSUP Dokter Kariadi, sedangkan tersangka hanya mengalami luka ringan. ''Saya malam itu sudah kelelahan. Mobil yang saya kendarai kok lari ke arah tengah jalan terus. Begitu kencangnya laju mobil, sampai-sampai saya tidak mampu mengendalikannya,'' kata Gn, remaja yang mengaku bisa menyetir mobil sejak setahun lalu. (G5-18d) |