logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

J Kristiadi: PT Tambi Harus Diselamatkan

WONOSOBO - Komisaris PT Tambi Wonosobo J Kristiadi menandaskan, perusahaan teh tersebut harus diselamatkan untuk kepentingan masyarakat. Jadi, siapa pun yang kelak dipercaya menjadi direktur perusahaan itu, harus bisa membawa perbaikan bagi kepentingan rakyat ataupun pemegang saham.

J Kristiadi sebagai komisaris dari unsur pemegang saham PT Sindoro Sumbing kepada wartawan kemarin berharap, sebelum Desember tahun ini, masalah penunjukan direktur harus sudah selesai. Untuk itu, semua pihak diminta untuk mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan keluarga.

Lelaki yang dikenal sebagai pengamat politik itu mengatakan, PT Tambi telah tiga kali gagal melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menentukan putusan penting, yaitu pada 16 Mei 2005, 3 Juni 2005, dan 4 Juli 2005.

Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi manajemen deadlock sebuah perusahaan akibat struktur kepemilikan saham sama besar antara Pemkab Wonosobo (50%) dan PT Sindoro Sumbing (50%).

Keterangan lain menyebutkan, putusan penting yang gagal dicapai dalam RUPSLB adalah memilih direktur perusahaan. Sehubungan dengan itu, saat ini dua komisaris perusahaan untuk sementara ditunjuk menjadi direktur, yaitu Ir Joko Supriadi (mewakili PT Sindoro Sumbing) dan Ir Basuki Padma (wakil Pemkab Wonosobo).

Kristiadi yang juga anggota Dewan Direksi CSIS itu menilai kekusutan yang terjadi di perusahaan Tambi akan sulit diselesaikan selama manajemen deadlock masih dipertahankan.

Sehubungan dengan itu, lanjut dia, penyelesaian permasalahan tersebut bisa dilakukan antara lain dengan cara menawarkan kepada pemegang saham PT Sindoro Sumbing untuk memiliki saham perusahaan secara langsung. Artinya, mereka tidak lagi diwakili oleh sebuah PT Sindoro Sumbing, tetapi mereka mempunyai hak suara dalam RUPS, sesuai dengan proporsi jumlah saham yang dimilikinya di perusahaan.

Dengan demikian, selain lebih adil, secara manajerial PT Tambi dapat terhindar dari kemacetan dalam proses pengambilan keputusan. Menanggapi hal itu, Komisaris PT Tambi Drs H Muchotob Hamzah MM (wakil Pemkab) menyatakan mendukung dan perlu adanya perubahan manajemen di perusahaan.

Direktur Ir Basuki Padma mengatakan, saat ini produksi teh Tambi mencapai 1.700 ton - 1.800 ton/tahun. Sebagian besar produksi, sekitar 70%, diekspor ke berbagai negara. Lahan yang digunakan untuk kebun teh itu mencapai 800 ha dengan tenaga kerja 1.100 orang. (P55-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA