| Senin, 11 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Dua SMP Negeri Kekurangan Murid
MAGELANG - Berbeda dengan lima SMA negeri di Kota Magelang yang semua bangkunya terisi siswa baru, tidak demikian dengan SMP negeri. Dari 13 SMP negeri, dua di antaranya -yakni SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 11- mengalami kekurangan siswa baru. Karena itu, kedua sekolah tersebut harus membuka pendaftaran gelombang kedua. ''Pendaftaran gelombang kedua itu dilaksanakan 12-13 Juli, dan tes masuknya dilaksanakan 14 Juli. Pengumumannya, sehari sesudah itu (15/7),'' ujar Kepala Dinas Pendidikan, Drs Hari Riyadi, kemarin. Pada pendaftaran gelombang pertama 4-6 Juli lalu, jumlah pendaftar di SMP Negeri 9 hanya 165 siswa dari daya tampung 200, sehingga masih ada bangku kosong sejumlah 35 buah. SMP Negeri 11, pendaftarnya 106 siswa dari daya tampung 200, sehingga kurang 94 siswa. ''Pendaftar gelombang pertama di sekolah itu diterima seluruhnya tanpa tes,'' ujar dia. Didampingi Kabag TU, Drs Sumartono MM, Hari memastikan kedua sekolah tersebut akan diserbu pendaftar pada gelombang kedua. Calon siswa yang tidak lolos pada tes gelombang pertama, akan merebutkan 129 kursi yang masih kosong di kedua sekolah tersebut. Jadi, untuk mengisinya harus melalui tes masuk. Bagi yang tidak diterima pada gelombang kedua di sekolah negeri, Kepala Dinas Pendidikan minta kepada para orang tua untuk tidak khawatir. Sebab, di Kota Magelang terdapat delapan SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta dengan daya tampung 778 kursi. ''Saya berani menjamin, semua lulusan SD bisa ditampung, sepanjang tidak pilih-pilih sekolah. Itu kaitannya dengan wajib belajar. Jadi, harus semuanya tertampung,'' tandas Hari Riyadi. Dia menerangkan, dengan diberlakukannya tes masuk SMP Negeri, secara bertahap terjadi pemerataan pendidikan. Tidak seperti PSB (penerimaan siswa baru) beberapa tahun lalu, yang menggunakan nilai ebtanas murni (NEM). Pada saat itu, anak-anak yang NEM nya tinggi berkumpul di SMP negeri favorit. Sekarang, orang tua sudah berpikir realistis sesuai dengan kemampuan serta nilai hasil ujian anaknya. Jika nilai sedang, tidak lagi mendaftar di sekolah favorit yang persaingannya sangat ketat, tapi dicarikan sekolah yang kemungkinan diterimanya lebih besar. Ditanya batas akhir penerimaan siswa baru untuk SMP swasta, Kepala Dinas Pendidikan menambahkan, batasnya sampai dimulainya kegiatan belajar mengajar pada 18 Juli. Toleransi diberikan, supaya sekolah swasta bisa menerima siswa baru secara maksimal. Hal serupa juga diberikan kepada SMA dan SMK swasta di kota tersebut. (P60-39a) |