| Senin, 11 Juli 2005 | EKONOMI |
Analisis Pasar ModalStrategi ESOP, MSOP dan Holding PeriodBANK Mandiri telah lahir di bursa efek melalui penawaran umum perdana (IPO) pada 14/7/03 dengan harga perdana Rp 675 per lembar saham. Sebulan kemudian, pada hari pertama di bursa sekunder harga sahamnya telah naik menjadi Rp 850. Pada saat ini (8/7/05) harga saham Bank Mandiri Rp 1.480 per lembar. Berarti dalam kurun waktu sekitar dua tahun return saham Bank Mandiri sebesar 119%. Tiga bulan berikutnya (10/10/03) menyusul Bank BRI telah listing pula di Bursa Efek Jakarta dengan harga perdana Rp 875 per lembar saham. Sebulan kemudian, pada hari pertama di bursa sekunder harga sahamnya telah naik menjadi Rp 950. Pada saat ini (8/7/05) harga saham Bank BRI Rp 2.925 per lembar. Berarti dalam waktu kurang dari dua tahun, return saham Bank BRI telah naik sebesar 234%. Kedua bank tersebut termasuk emiten yang menerapkan strategi Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan strategi Management Stock Option Plan (MSOP). Melalui program ESOP, karyawan bank tersebut diberi kesempatan untuk memiliki saham perusahaan melalui pembelian saham dengan diskon tertentu atau diberi bonus oleh perusahaan berupa saham. Sedangkan melalui program MSOP para manajemen perusahaan tersebut diberi kesempatan untuk memiliki saham melalui opsi pembelian saham dengan harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar. Pada umumnya harga saham pada pihak manajemen ditentukan di bawah harga pasar tetapi di atas harga perdana, misalnya 10% di atas harga perdana. Telaah teoritis menyatakan bahwa melalui strategi kepemilikan saham oleh pihak manajemen dan karyawan akan dapat mempengaruhi pihak manajemen dalam kebijakan dan keputusan dalam pengelolaan perusahaan. Peningkatan kepemilikan saham oleh pihak manajemen akan menumbuhkan rasa memiliki, handarbeni terhadap perusahaan. Pengaruh lebih lanjut keputusan-keputusan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan cenderung akan searah dengan kepentingan mayoritas pemegang saham perusahaan. Program ESOP dan MSOP menumbuhkan rasa handarbeni dan meneguhkan kepercayaan khususnya pihak manajemen maupun karyawan terhadap perusahaan. Program ESOP dan MSOP merupakan program yang memberikan fasilitas kepada manajemen maupun karyawan untuk memiliki saham perusahaan. Salah satu persyaratannya adalah bahwa dalam periode waktu tertentu yang sudah ditetapkan, saham yang dimiliki tersebut tidak boleh dijual di bursa efek. Jumlah opsi yang dapat dieksekusi atau jumlah saham yang dapat dijual sesudah dimiliki selama 1 tahun misalnya ditentukan sebesar 50% dari saham yang dimiliki, sedangkan sisanya baru dapat dijual pada periode tahun berikutnya. Ketika ditanyakan pada sebagian manajemen dan karyawan yang ikut program MSOP dan ESOP, apakah sudah menjual saham yang menurut ketentuan sudah boleh dijual? Mereka memberikan jawaban bahwa sebagian besar saham, masih dimiliki atau belum dijual. Bukankah keuntungan yang didapatkan sudah relatif besar, mengapa tidak dijual? Mereka memberikan jawaban, eman-eman atau masih sayang memiliki saham tersebut. Seorang ahli manajemen Henry Fayol mengemukakan bahwa sense of belonging atau rasa handarbeni terhadap organisasi merupakan salah satu bagian dari prinsip manajemen. Menurutnya, penegakan prinsip-prinsip manajemen dalam suatu organisasi akan membawa kemajuan pada pengembangan organisasi tersebut. Bagi investor di bursa efek, keputusan yang terkait dengan apa saham yang akan dibeli, kapan waktu yang tepat untuk membeli saham, berapa lama saham harus dipegang dan kapan waktu yang sebaik-baiknya untuk jual, semuanya merupakan keputusan kunci. Penguatan rasa handarbeni akan cenderung memperpanjang masa memegang saham atau istilah dalam manajemen keuangan berarti memperpanjang holding period. Pola investasi dari para investor dalam hal holding period menunjukkan keadaan yang beragam. Mulai dari investor dengan holding period harian, mingguan, bulanan atau bahkan investor dengan holding period tahunan atau jangka panjang. Adanya penguatan rata-rata holding period dari para ivestor terhadap suatu saham maka berarti memperkuat topangan pada saham terhadap kemungkinan terjadinya penurunan harga sahamnya di bursa efek. Dengan demikian kinerja saham dari perusahaan tersebut di bursa efek cenderung termasuk klasifikasi saham yang kinerjanya baik. Sampai saat ini kinerja perusahaan dari Bank BRI menunjukkan keadaan termasuk kategori sangat baik. Sedangkan kinerja perusahaan dari Bank Mandiri sedikit tertahan oleh kasus yang menimpanya beberapa waktu yang lalu, namun demikian masih tergolong bank dengan kinerja cukup baik. Strategi ESOP dan MSOP meski dengan berbagai permasalahan yang masih dihadapi, namun cukup berhasil menumbuhkan rasa handarbeni terhadap perusahaan, meningkatkan kepercayaan pasar dan lebih lanjut mempertahankan dan meningkatkan kinerja sahamnya di bursa efek. (Sugeng Wahyudi, dosen pada Program Doktor Ilmu Ekonomi, Undip Semarang) |