logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Juli 2005 BANYUMAS
Line

KBK Menyimpan Banyak Masalah

BANJARNEGARA-Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di sekolah masih menyimpan banyak masalah. Salah satu dampak yang nyata dan baru adalah hasil Ujian Nasional (UN) tahap pertama yang cukup mengkhawatirkan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Seminar KBK Teknologi Informasi yang digelar di STIMIK Tunas Bangsa Banjarnegara, Sabtu lalu.

Menurut salah seorang pembicara, Ahmad Rofik, KBK menyimpan banyak masalah yang di antaranya bersumber dari konsep.

Selanjutnya konsep yang belum matang itu diperparah oleh sarana dan prasarana yang tidak memadai. Belum lagi para guru yang belum jelas betul cara mengajar dalam sistem baru itu.

''Masalah tersebut terjadi baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA,'' tuturnya.

Pembicara lain, Fajar Junaedi EP, lebih menyoroti pada keminiman kualitas lulusan teknologi informasi (TI). Penyebabnya adalah perubahan teknologi yang cepat, sedangkan dunia pendidikan tidak sanggup memenuhi atau menyiapkan sumber daya yang berkualitas secara cepat.

''Padahal kebutuhan tenaga kerja di bidang TI harus mempunyai kapasitas dan kompetensi tertentu yang spesifik,'' jelasnya.

Dua Kemampuan

Dia menyatakan perusahaan saat ini membutuhkan sumber daya dengan dua kemampuan, yakni akademis dan kemampuan nonakademis. Dua kemampuan itu harus mendapatkan pengakuan dari dunia industri atau perusahaan.

''Hal itu pula yang sekarang sudah menghilangkan dikotomi lulusan perguruan tinggi swasta dan negeri. Sebab, seseorang diakui karena kemampuan bukan karena belajar di mana,'' tegasnya.

Fajar mengingatkan kalangan perguruan tinggi untuk mewaspadai tantangan besar di bidang pendidikan teknologi informasi. Saat ini terjadi persaingan yang tajam antarperguruan tinggi. (mos-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA