logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 09 Juli 2005 NASIONAL
Line

Akad Nikah Putra Presiden

Mas Kawinnya Rp 872.005


SURAT NIKAH: Kedua mempelai, Lettu (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono dan Anissa Pohan, memperlihatkan surat nikahnya seusai ijab kabul, Jumat (8/7). Bukti keduanya sudah menjadi suami istri yang sah. (57j) SM/Detik

LETTU Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono kini tak lagi berstatus lajang. Pada Jumat (8/7) siang, putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengucapkan akad nikah di depan penghulu. Dia mempersunting Anissa Larasati Pohan, putri mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan. Demi menghormati adat budaya Jawa, Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono tidak hadir saat akad nikah di kediaman mempelai wanita Jalan Pangeran Senopati Raya Nomor 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tidak terlihatnya SBY saat upacara akad nikah yang dimulai pukul 14.00 menjadi pertanyaan di antara tamu undangan yang hadir, termasuk para wartawan. Seusai acara, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng tampil menjelaskan.

Menurut keterangan pria asal Sulawesi Selatan yang lama bermukim di Yogya itu, keputusan tidak hadir diambil setelah SBY berkonsultasi dengan beberapa pinisepuh yang dianggap mengerti soal tradisi Jawa, antara lain ipar SBY, Mayjen Erwin Sudjono, yang dalam akad nikah bertindak sebagai wali pengantin laki-laki.

"Presiden juga tanya sama pinisepuh yang dianggap mengerti adat Jawa. Presiden berkonsultasi, sebaiknya hadir apa tidak," tutur Andi.

Para pinisepuh mengemukakan, jika mengikuti adat dan tradisi Jawa sebenarnya orang tua pengantin laki-laki tidak datang pada acara akad nikah. Walaupun diakui, sekarang ada pula yang orang tuanya datang karena ingin melihat langsung pernikahan putra-putrinya.

"Namun, kemudian Presiden berpikiran (untuk) menghormati adat budaya yang ada dengan memutuskan untuk tidak hadir," ungkapnya.

Akhirnya upacara akad nikah memang berlangsung tanpa kehadiran Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono.

Sementara itu, Agus tiba di Senopati pada pukul 13.50 dengan diantar kerabat dan keluarganya. Dengan mengenakan pakaian adat Yogya, beskap warna putih, Agus berangkat dari Istana Merdeka menaiki salah satu mobil dinas Presiden, Mercedez warna biru gelap, ditemani adik satu-satunya, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Andi menekankan, penggunaan mobil dinas itu dibenarkan karena sesuai dengan Buku Petunjuk TNI Nomor 54/II/2001. "Itu merupakan bagian dari pengamanan standar presiden dan keluarganya," ucapnya memberi alasan.

Sesampai di gerbang pintu masuk, Agus dan rombongan keluarga mempelai laki-laki langsung disambut kerabat mempelai perempuan yang dipimpin oleh Hadi Utomo mewakili Aulia Pohan, diapit Gatot Suwondo dan Edi Wibowo. Ketiganya mengenakan beskap warna merah. Selanjutnya rombongan diantar menuju ke tempat upacara akad nikah.

Diawali Sambutan

Rangkaian upacara akad nikah diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran. Selanjutnya Kepala KUA Kebayoran Baru Anwar Saidi yang bertindak selaku penghulu memimpin akad nikah.

Saat acara berlangsung, Agus dan Annisa yang sama-sama mengenakan pakaian adat warna putih duduk menghadap meja penghulu. Mempelai

perempuan yang sebelumnya dikenal lewat iklan sampo, kali ini harus menyembunyian rambut indahnya ditutupi dengan rangkaian bunga melati.

Tak jauh dari mereka telah bersiap wali Annisa, Aulia Pohan, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang bertindak sebagai saksi pihak laki-laki, dan senior Aulia di BI mantan Gubernur Bank Sentral Arifin R Siregar selaku wali dari pihak perempuan.

Di deretan undangan terlihat sejumlah tamu penting, antara lain mantan Gubernur BI Syahril Sabirin, mantan Deputi Gubernur Senior BI

Anwar Nasution, Mendagri Moh Ma'ruf, dan dai kondang KH Abdullah Gymnastiar yang akrab dipanggil Aa Gym.

Secara keseluruhan upacara akad nikah berlangsung lancar. Setelah mempelai pria dan wali pihak perempuan mengucapkan ijab kabul dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang Rp 872.005 yang mencerminkan tanggal pernikahan, penghulu menyampaikan bahwa sejak saat itu Agus dan Annisa sudah sah menjadi suami istri. Saat itu Annisa tak bisa menyembunyikan tangis bahagianya. Upacara akad nikah pun diakhiri dengan pembacaan doa oleh Mufid Mahfud dilanjutkan khotbah nikah oleh Tadjuddin Hasan.

Presiden SBY dan istri baru tiba di Senopati sekitar pukul 15.00 atau satu jam setelah akad nikah berlangsung untuk mengikuti proses lanjutan. Sebagaimana kebiasaan masyarakat Jawa lainnya, SBY yang berasal dari Pacitan juga mempertahankan tradisi leluhurnya dalam melaksanakan hajat mantu putranya yang pertama.

Karena itu, seusai upacara akad nikah digelar pula upacara adat, seperti lempar suruh, wiji dadi, pecah telur, rayahan, dan dahar kembul.

Rupanya hajat mantu orang pertama RI yang berlangsung di pusat keramaian, tak jauh dari Patung Pemuda, Bundaran Senayan itu, menarik perhatian anggota masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi perkawinan tersebut. Meski tidak bisa mengikuti secara langsung, ribuan warga sekitar berjubel menyaksikan peristiwa itu dari luar pagar.

Hal itu mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi macet dan merepotkan aparat Paspampres dan Polri dalam menjalankan tugas.

Apalagi para tamu yang datang cukup banyak, meski resepsi perkawinannya baru akan berlangsung pada Sabtu (9/7) malam nanti di Istana Bogor. (Fauzan Dj-48j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA