SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Jumat, 08 Juli 2005

JAKARTA-Setelah sempat menguat di level Rp 9.691 per dolar AS, menyusul kebijakan BI menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan menjadi 8,5 persen, Kamis kemarin, mata uang rupiah kembali mendekati posisi semula, Rp 9.800.

 

PURWOKERTO - Harga beras di wilayah Banyumas dan sekitarnya, sepekan terakhir ini mengalami kenaikan cukup tajam. ''Satu kilogram beras rata-rata naik Rp 250,'' kata Faturrahman, pengusaha beras dari Patikraja, Banyumas, kemarin.

SELURUH pelumas yang diproduksi Pertamina selama ini, pada dasarnya dibuat untuk memenuhi persyaratan internasional dan original engine manufacturer (OEM). Djaelani Sutomo mengakui, pelumas Pertamina tidak dibuat asal-asalan, tapi sesuai kaidah teknologi.

 

 

SOLO-Terhitung sejak 6 Juli 2005 lalu, mitra pengadaan gabah Bulog di Eks Karesidenan Surakarta telah mulai melakukan giling. Tahap awal ini yang terpilih 13 mitra. Jumlah itu akan terus mengalami penambahan untuk menggiling 83.000 ton gabah menjadi beras.

SEMARANG- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng membuat terobosan dengan memasarkan produk-produk agro asal wilayah ini ke pasar Eropa. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan keberadaan Java Trade House di Rotterdam, Belanda yang diresmikan beberapa waktu lalu.

SEMARANG-Kerja sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng dengan Kadin Nasional Jerman (DIHK) diperpanjang. Pada tahap pertama yang dimulai Maret 1999 dan berakhir Mei 2003, Kadin Jerman menilai telah tercapai sejumlah perkembangan positif bagi dua lembaga dunia usaha itu. Hal ini terutama menyangkut struktur organisasi, lobbying dan pelayanan jasa.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA