logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 08 Juli 2005 NASIONAL
Line

600 Tahun Cheng Ho di Singapura (3-Habis)

Sukses, karena Promosi Besar-besaran


MASJID SULTAN: Kaum muslim usai menunaikan shalat jumat di Masjid Sultan, dekat Kampung Gelam, Jalan Kandahar, Singapura. Tak jarang di tempat tersebut beberapa jamaah Indonesia dan Singapura berdiskusi membahas perkembangan di dua negara. (57) SM/Ali Arifin Muhlish

ADA dua hal yang paling mendasar mengapa Pemerintah Singapura sukses menyelenggarakan peringatan 600 tahun perjalanan muhibah Laksamana Cheng Ho. Pertama, karena kepiawaian para diplomatnya sehingga bisa memengaruhi sejumlah negara yang memiliki fakta sejarah telah disinggahi Sang Laksamana untuk ikut dalam kegiatan itu. Yakni, Indonesia, Malaysia, China, India, Iran, Sri Lanka, dan Kenya.

Kedua, promosi besar-besaran. Setiap sudut Negara Kota itu pasti ditemukan leaflet, brosur, atau sejenisnya yang memuat Singapore Zheng He 600 th Anniversary Celebration yang dipadu agenda tahunan The Great Singapore Sale. Tak hanya itu, Singapore Tourism Board (STB) juga mengundang sejumlah wartawan asing, antara lain dari Indonesia, Malaysia, China, dan Thailand.

Begitu tiba di Bandara Changi, dua petugas bagian informasi menyapa dengan ramah sembari mempersilakan saya mengambil buku panduan, peta Singapura, dan leaflet tentang Festival Cheng Ho, serta Pesta Makan Mania 60's. Semuanya dicetak secara mewah.

Apa yang sudah saya ambil dari Bandara Changi itu ternyata ada di setiap sudut pertokoan, hotel, pusat-pusat perbelanjaan, serta di lokasi rekreasi dan relaksasi. Pemerintah Singapura juga jeli dalam menerapkan strategi dengan cara mengulur waktu kegiatan yang berkaitan dengan Cheng Ho. Misalnya, Festival Cheng Ho (1-10 Juli), Pameran 1421 digelar hingga 11 September, dan pameran ''Zheng He Maritime Asia'' di Perpustakaan Nasional (13 Agustus 2005-10 Februari 2006).

Tentu saja terbersit kekhawatiran dari panitia perayaan serupa di Kota Semarang yang akan digelar 1-7 Agustus. Secara de facto, Kota Semarang lebih layak merayakan perjalanan muhibah Sang Laksamana. Fakta sejarah, pada tahun 1401 Laksamana Cheng Ho mendarat di Semarang. Dan, Kelenteng Sam Poo Kong di Gedungbatu, Simongan, Semarang Barat, diyakini bangsa China sebagai penanda pendaratan Sang Laksamana. Kelenteng itu merupakan simbol pertemuan budaya China dan Jawa dalam nuansa Islam yang kental.

Bahkan, Pemerintah China sudah menetapkan Sam Poo Kong sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi warganya yang mampu.

Patut Dipuji

Gubernur Jateng H Mardiyanto saat ditemui pada acara pembukaan Zheng He Festival Village mengimbau agar masyarakat tidak lagi mempermasalahkan apakah Cheng Ho pernah singgah di Singapura atau tidak. Bagi dia, justru masyarakat Kota Semarang harus mampu membuktikan sebagai tuan rumah yang baik pada perayaan tingkat internasional itu.

''Kita melihatnya justru keseriusan Pemerintah Singapura dalam merayakan perjalanan muhibah itu patut dipuji dan dijadikan bahan acuan saat penyelenggaraan serupa di Semarang pada 1-7 Agustus mendatang,'' jelas Gubernur yang didampingi Ny Effi Mardiyanto.

''Pemerintah Singapura merayakan 600 tahun Pelayaran Laksamana Cheng Ho dengan semangat yang luar biasa. Masyarakat pun antusias. Momentum ini ternyata juga dijadikan pemerintah setempat untuk menarik turis mancanegara sebanyak-banyaknya.''

Gubernur mengatakan optimistis bahwa perayaan di Semarang akan lebih meriah dari yang pernah diadakan di Singapura.

Dia juga mengingatkan bahwa sejumlah tempat di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, memiliki dokumen resmi dan peninggalan sejarah warisan Laksamana Cheng Ho.

''Saya mengimbau kepada seluruh warga Jawa Tengah, baik yang terlibat langsung sebagai panitia perayaan, maupun masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya agar benar-benar bisa memanfaatkan momentum perayaan perjalanan muhibah Laksamana Cheng Ho Ke-600. Masyarakat bisnis bisa memanfaatkan momentum itu untuk membuat jaringan bisnis dengan para turis mancanegara dan lokal yang akan datang ke Kota Semarang nanti.'' (Ali Arifin Muhlish-34v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA