logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 08 Juli 2005 NASIONAL
Line

Ricuh, Penerimaan Siswa Baru SMK Negeri 1 Pati

PATI-Hari terakhir penerimaan siswa baru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pati, Kamis (7/7), sempat diwarnai kericuhan. Para orang tua yang mendampingi putra-putrinya mendaftar di sekolah tersebut merasa dipermainkan panitia, karena ada nilai salah seorang pendaftar yang tidak layak diterima, namun masuk Jurusan Akuntansi.

Karena itu, mereka menuntut pihak sekolah untuk mengulang pendaftaran siswa baru. Karena sampai batas waktu pendaftaran berakhir, pukul 12.00 WIB, baik orang tua maupun siswa tetap bertahan tak mau meninggalkan sekolah di Jalan Ahmad Yani Pati itu.

Bahkan, hal itu mereka lakukan hingga sore hari, tapi pihak sekolah tetap memasang daftar nilai pendaftar yang lolos, baik Jurusan Akuntansi maupun Administrasi Perkantoran dan Penjualan. Sedangkan kebanyakan para orang tua dan siswa yang tidak puas adalah mereka yang mengambil Jurusan Akuntansi.

Hal tersebut dibenarkan juru bicara orang tua siswa, Muji, asal Tayu, Pati. Sebelum pendaftaran ditutup, katanya lebih lanjut, untuk Jurusan Akuntansi dibuka dua kelas, sehingga jumlah murid yang diterima 80 anak, yaitu untuk pendaftar dengan nilai tertinggi 114,19, tapi nilai terendah belum ditetapkan.

Namun panitia bagian informasi berkali-kali mengumumkan, nilai di bawah itu untuk dialihkan ke Jurusan Administrasi Perkantoran dan Penjualan, atau dicabut untuk mendaftar ke sekolah lain. Dengan demikian, orang tua yang merasa khawatir anaknya tidak bisa diterima masuk Jurusan Akuntansi, ada yang terpengaruh pengumuman tersebut serta mengalihkan ke jurusan lain.

Dengan demikian, ada pendaftar dengan nilai 101,88, dan 101,26 terpaksa dicabut dan dialihkan untuk mendaftar ke Jurusan Administrasi Perkantoran atau Penjualan yang juga sama-sama menerima murid baru sebanyak dua kelas. ''Akan tetapi, begitu pukul 14.00 daftar nilai tersebut dipasang, ternyata ada nilai terendah, yaitu 73,31 untuk Jurusan Akuntansi ikut lolos terpasang,'' ujarnya.

Karena itu, masih kata Muji, sudah semestinya banyak orang tua atau murid yang kecewa. Karena itu, mereka menuntut penerimaan murid baru itu diulang, dengan menggunakan sistem daftar urut nilai tertinggi yang bisa diterima masuk ke Jurusan Akuntansi.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Pati Dra Ambar Rubiyatun melalui Panitia Bagian Informasi Drs Sunoto MM mengatakan, berdasarkan musyawarah panitia, semua pendaftar diberi hak untuk pindah dari jurusan atau mencabut pendaftaran dan masuk ke sekolah lain.

Secara terpisah, Kepala Seksi SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Pati Sudiyono ketika dimintai tanggapannya sehubungan dengan kasus tersebut, mengatakan, hanya karena kurang pemahaman orang tua siswa pendaftar, menyebabkan kesalahpahaman. (ad-34t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA