| Jumat, 08 Juli 2005 | NASIONAL |
Prosesi Perkawinan Putra PresidenSBY Pasang "Bleketepe" di Rumahnya
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengirim undangan kepada seluruh mantan presiden dan wakil presiden untuk hadir pada resepsi perkawinan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono dengan Anissa Larasati Pohan yang akan digelar di Istana Bogor, Sabtu (9/7). Tapi, mantan Presiden Megawati justru memilih berlibur ke Bali bersama cucu-cucunya. Seperti disampaikan juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng, SBY akan mengundang seluruh mantan presiden dan wapres untuk menghadiri hajat mantunya yang pertama. Bahkan untuk Megawati, SBY mengirim utusan khusus ke Kebagusan. Tapi kemarin sekretaris Mega, Ista Nurhasan, memastikan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan itu tidak akan hadir pada resepsi perkawinan Agus-Annissa. Mega yang tidak pernah lagi berhubungan dengan SBY sejak SBY mundur dari kabinet Gotong Royong, memilih berlibur dengan cucu-cucunya ke Bali. "Kami memang telah menerima undangannya. Tapi Ibu tidak bisa hadir. Karena tanggal 9 Juli pagi akan berangkat ke Bali untuk berlibur bersama cucu-cucunya selama dua minggu," jelas Ista. Belum diperoleh keterangan apakah mantan presiden dan wapres lainnya akan memenuhi undangan tersebut. Kamis (7/7) kemarin rangkaian acara hajat mantu Presiden SBY sudah dimulai, ditandai dengan tradisi pemasangan bleketepe (anyaman daun kelapa) di rumahnya, Kompleks Puri Cikeas Indah No 2 Gunung Putri, Bogor. Malamnya langsung dilakukan serah-serahan pada malam midodareni yang diadakan di rumah besan, mantan deputi gubernur BI Aulia Pohan, Jalan Pangeran Senopati 8 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelum kedua tradisi Jawa tersebut dilaksanakan, paginya pukul 09.00 keluarga SBY menggelar pengajian di rumahnya dengan mengundang anak-anak yatim piatu dan masyarakat sekitar Cikeas Indah. Acara pemasangan sendiri baru diadakan siang harinya, pukul 13.10. Puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang mendapat ID card khusus untuk meliput perkawinan Agus dan Anissa harus sabar menunggu sebelum pintu gerbang rumah dibuka pada pukul 13.00. Begitu gerbang terbuka, Presiden dan istri, Ny Kristiani yang akrab disapa Ani muncul dari balik pintu. Di belakangnya menyusul putra sulung mereka Agus Harimurti dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Mereka tampil mengenakan pakaian adat Jawa warna ungu muda. SBY dan Edhie misalnya, mengenakan beskap adat Surakarta lengkap dengan blangkonnya. Edhie yang tak lain adik dari Agus Harimurti turut membantu membawakan bleketepe. Sementara itu, ayahnya menyambut dari atas anak tangga aluminium yang sudah disiapkan untuk memasang anyaman daun kelapa berukuran sekitar 75x50 cm tersebut di tengah pertautan dua janur kuning yang tergerai di pintu masuk. Berlangsung Singkat Pemasangan tersebut berlangsung singkat. Sebentar SBY merapikan posisi bleketepe agar serasi dengan tarub dan hiasan di sekelilingnya sebelum turun dari tangga. Presiden beserta Ibu Ani tampak lega dan bahagia dengan telah dipasangnya bleketepe itu. Selepas pemasangan, Presiden dan istri memasang tuwuhan, yakni untaian padi dan pisang raja di kedua sisi pintu masuk rumah. Menurut pemandu acara yang membawakannya dalam dua bahasa, Jawa dan Indonesia, padi melambangkan harapan agar rumah tangga kedua calon mempelai senantiasa dilimpahi kemakmuran, sedangkan pisang raja melambangkan harapan agar mempelai diwarisi sikap bijaksana para raja. Pemasangan tuwuhan ditandai dengan pembukaan kain kuning penutup batang pohon pisang yang selain "berbuah" pisang raja dan padi terdapat pula aneka hasil bumi seperti kelapa hijau, kacang, singkong, labu siam dan aneka jenis hasil pertanian lainnya. Belum lama mereka kembali ke dalam rumah, Presiden dan Ibu Ani harus kembali ke luar untuk menerima utusan dari keluarga calon besan. Mereka terdiri dari delapan orang, yang kesemuanya mengenakan pakaian adat beskap khas Yogyakarta warna merah menyala. Maksud kedatangan rombongan yang dipimpin Joni Mulyohardjo itu untuk menyerahkan sisa air siraman Annisa yang telah lebih dulu melakukan siraman di rumah Jalan Senopati pada pukul 10.00. Setelah menerima kendi perak berisi air siraman yang diletakkan di atas baki berhiaskan rangkaian melati dari pihak besan, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih. "Dengan terlebih dulu memanjatkan syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa, Allah SWT, dengan ini kami terima tirto perwito adi sebagai sarana untuk upacara adat dalam rangka pernikahan putra-putri kami Agus Harimurti Yudhoyono dan Anissa Larasati Pohan. Semoga rangkaian acara ini mengiringi akad nikah yang insya Allah akan dilaksanakan besok mendapatkan ridho dan berkah dari Tuhan, Allah SWT," katanya. Selanjutnya air tersebut dicampurkan dengan air siraman yang sudah disiapkan oleh pihak mempelai laki-laki dalam gentong. Untuk keperluan siraman ini pihak keluarga Agus menggunakan lima gentong lengkap dengan dua siwur atau gayung dari tempurung kelapa dan dua baki bunga melati. Namun acara siraman yang berlangsung di halaman samping kediaman Presiden ini tertutup untuk wartawan. Selama prosesi berlangsung, diperdengarkan alunan gending Jawa. Malam harinya Presiden dan keluarga mendatangi rumah besannya di Senopati untuk melakukan serah-serahan pada acara midodareni. Meskipun acara akad nikah dan resepsi perkawinan yang akan berlangsung di luar Cikeas, yakni Senopati dan Istana Bogor, beberapa tenda berukuran besar tetap dipasang di sekitar rumah SBY. Di bawah tenda yang didominasi warna putih dan biru, khas Partai Demokrat itu, dijejer kursi sewaan yang disediakan untuk para tamu yang datang memberikan ucapan selamat. Untuk pengamanan, di dua pintu gerbang rumah itu telah disiapkan dua buah gerbang metal detektor yang dijaga beberapa anggota Paspampres berpakaian batik. Menurut buku undangan, para tamu berasal dari Lemhannas, Departemen Pertahanan, TNI, dan keluarga dekat tuan rumah. Jumlahnya diperkirakan sekitar 500-700 orang.(A20-48v) | ||||