| Jumat, 08 Juli 2005 | EKONOMI |
Hipmi Pasarkan Produk Agro Jateng ke Eropa
SEMARANG- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng membuat terobosan dengan memasarkan produk-produk agro asal wilayah ini ke pasar Eropa. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan keberadaan Java Trade House di Rotterdam, Belanda yang diresmikan beberapa waktu lalu. ''Kami akan bekerja keras turut membantu mencarikan pasar produk-produk agro, termasuk yang akan dipamerkan dalam Soropadan Agro Expo (SAE) II 2005,'' kata Ketua Umum Hipmi Jateng Kukrit Suryo Wicaksono di kantornya, kemarin. Menurut Kukrit yang juga pencetus Java Trade House ini, komoditas agro Jateng memiliki potensi atau peluang pasar yang cukup besar di Eropa. Hanya saja, karena selama ini belum ada jaringan yang bisa menghubungkan antara buyers dan produsen (petani-red) maka pasar Eropa belum tergarap. ''Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang akan kami kerjakan secara total. Tetapi, kami yakin dengan kualitas dan beragamnya produk agro Jateng target yang dicanangkan bisa tercapai. Apalagi, saat ini keberadaan Java Trade House sudah cukup eksis,'' tandas Kukrit. Menariknya, lanjut dia, Hipmi juga akan memberikan fasilitas modal kerja, khususnya kepada pengusaha agro berskala Usaha Kecil Menengah (UKM). Fasilitas ini terutama bagi pengusaha/petani agro yang sudah berhasil mendapat kontrak penjualan, tetapi tidak memiliki dana untuk mendukung produksi. ''Sebab, sejauh ini persoalan permodalan memang menjadi salah satu kendala pengembangan produk agro ini,'' tegasnya. Kukrit menyatakan, fokus pemasaran produk agro ke Eropa ini tidak hanya sebatas pada event Soropadan Agro Expo, tetapi akan dilakukan secara konsisten. Hipmi sendiri saat ini sudah menginventarisasi produk-produk apa yang bakal dipasarkan. Untuk itu, Hipmi menggandeng asosiasi agro seperti Masyarakat Agrobisnis Indonesia, Asosiasi Petani Tanaman Obat dan asosiasi lain. Tak hanya itu, asosiasi lain diluar produk agro seperti Asmindo, Asephi dan lainnya juga diajak kerjasama. ''Hal ini untuk mengetahui potensi apa yang layak untuk diunggulkan.'' Sementara dalam event Soropadan Agro Expo yang digelar di Sub Terminal Agro Soropadan Temanggung pada 11-17 Juli mendatang, asosiasi pengusaha muda itu akan membuka stan khusus yang akan memberikan penjelasan tentang potensi pasar Eropa. Rencananya, SAE II 2005 yang diikuti sebanyak 70 stan dari swasta/pengusaha dan sisanya pemerintah. Peserta dari luar negeri antara lain negara-negara ASEAN, China, Korea, Jepang, Australia, AS, dan Timur Tengah. (G2-59) |