| Jumat, 08 Juli 2005 | EKONOMI |
Harga Beras Terus NaikPURWOKERTO - Harga beras di wilayah Banyumas dan sekitarnya, sepekan terakhir ini mengalami kenaikan cukup tajam. ''Satu kilogram beras rata-rata naik Rp 250,'' kata Faturrahman, pengusaha beras dari Patikraja, Banyumas, kemarin. Harga beras di tingkat pedagang besar saat ini untuk IR 64 dari Rp 2300/kg naik menjadi Rp 2550/kg, Cisadane dari Rp 2300 naik menjadi Rp 2550. Jenis Membramo dari Rp 2600 menjadi Rp 2800 untuk jenis oplosan, sedangkan Membramo asli dijual Rp 3000/kg. Pandanwangi jenis oplosan Rp 2800 menjadi Rp 3000. ''Pandanwangi yang murni dijual Rp 3250,'' kata seorang pedagang di Sawangan, Purwokerto. Kenaikan beras ini diduga dipicu dari kebijakan pemerintah yang memperpanjang impor beras.''Masalah lokal yang turut mempengaruhi kenaikan beras mungkin karena panen gadu tahun ini hasilnya kurang baik,''jelasnya. Penyebab panen kurang baik, karena tanaman padi banyak diserang hama tikus dan wereng coklat. Serangan itu hampir menyeluruh di Banyumas, bahkan tanaman wereng coklat mengganas di Banjarnegara dan Cilacap. Disamping itu, kata sejumlah pedagang, beras dari Banyumas juga dijual ke luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sumtera. Jumlah beras yang lari ke luar pulau cukup banyak, sehingga mempengaruhi stok Banyumas. ''Kualitas beras daerah ini bagus, sehingga laku di luar Jawa,''ujarnya. Kepala Dolog Sub Divre IV Wilayah Banyumas Imam Safii mengatakan dalam beberapa pekan terakhir ini harga beras memang merangkak naik. Harga beras IR 64 kualitas bagus dipasaran bisa mencapai Rp 3.200/kg. Iman mengakui, di wilayah Banyumas stok beras dipasaran terbatas. Namun di sisi lain daya beli masyarakat juga menurun. ''Bagi petani ini menguntungkan. Cuma masalahnya saat musim seperti ini hasil panenan petani banyak yang disimpan,'' katanya. Menurutnya, menipisnya stok beras itu juga karena pengaruh permintaan beras di luar Jawa terutama Sumatera yang terus meningkat. (in,G22-59) |