| Jumat, 08 Juli 2005 | BANYUMAS |
Penarikan Uang Gedung Tak SamaPURWOKERTO- Kebijakan sekolah menarik uang sumbangan dari orang tua saat penerimaan siswa baru (PSB) di Purwokerto, ternyata tidak seragam. Di SMA 1 Purwokerto, kata Agus Wahyudi, selaku ketua panitia PSB, ada sekitar Rp 300 juta dana yang dibutuhkan untuk membangun laboratorium untuk pengembangan akademis siswa. Tahun ini, paparnya, SMA 1 menerima 360 siswa baru untuk sembilan kelas. Satu kelas (jalur B) khusus diperuntukan bagi siswa yang nilainya di bawah skor terendah yang diterima di SMA itu. Mereka yang diterima di jalur B akan dikenai uang sumbangan. Karena itu, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 300 juta akan ditanggung oleh mereka. Kalau dirata-rata setiap siswa bisa dikenai Rp 7,5 juta-Rp 8 juta. Untuk SMP 1, kata Kepala Sekolah Supriyadi, juga akan menarik dana untuk melanjutkan pembangunan gedung yang belum selesai. ''Kami berencana menarik uang gedung Rp 800.000 per anak untuk kelas reguler. Tetapi masalah itu akan ditentukan oleh komite sekolah.'' Kepala SMP 8 Purwokerto Syamsul Hadi ketika dihubungi mengatakan, tahun ini sekolahnya menerima 200 siswa. Uang gedung akan ditentukan oleh komite sekolah dan orang tua. ''Tahun lalu Rp 600.000 tiap anak.'' Untuk SMP 2 kelas imersi, sekolah menetapkan uang gedung Rp 2 juta-Rp 3 juta. Uang itu bisa diangsur dua kali. ''Ini sesuai dengan pilihan orang tua, kami tinggal menyodorkan daftar isian,'' kata seorang guru.(G22,in-36s) |