| Jumat, 08 Juli 2005 | BANYUMAS |
Pertamina Cilacap Tingkatkan Produksi BBM
CILACAP- Untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah, Pertamina Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap terus meningkatkan kapasitas produksinya. Upaya itu akan dilakukan sampai situasi pelayanan BBM ke masyarakat kembali normal. ''Sampai hari ini (kemarin-Red), produksi premium dan solar ditingkatkan 110-120% dari kapasitas terpasang,'' kata Kepala Hubungan Pemerintahan dan Masyarakat (Hupmas) Pertamina UP IV, Husni Banser, kemarin. Menurutnya, langkah tersebut ditempuh sebagai upaya membantu mengatasi kelangkaan BBM di sejumlah daerah, termasuk di Jateng dan DIY yang menjadi bagian dari wilayah pemasarannya. ''Sebenarnya dari sisi pengolahan tidak ada masalah. Pasokan BBM yang kami kirimkan ke pemasaran masih di atas permintaan masyarakat,'' ujarnya. Dia memaparkan, sampai kemarin produksi premium 10.000 kiloliter (kl)/hari. Kemudian solar sekitar 16.500 kl/hari. Angka produksi itu mengalami penambahan 10-40%. Jumlah tersebut, katanya, dinilai lebih dari cukup bila mengacu pada grafik permintaan dari Terminal Transit Lomanis (TTL). Permintaan untuk premium hanya 9.000 kl. Sementara untuk solar 12.450 kl, sedangkan permintaan TTL hanya 7.000 kl. ''Untuk minyak tanah dari produksi 8.500 kl, permintaan dari TTL hanya 7.000. Jumlah yang kami produksi lebih dari cukup. Namun kalau masalah pemasaran, bukan wilayah kami,'' ujar Husni. Lalu mengapa masih terjadi kelangkaan di sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta yang menjadi wilayah pemasaran UP IV? Husni menjawab jika sampai terjadi kelangkaan, itu bukan wewenang dari kilang yang menjawab. ''Yang pasti dari sisi pengolahan tidak ada masalah, mesin kilang semuanya berjalan normal,'' tandasnya. Menurut dia, dari grafik permintaan sebenarnya bisa menggambarkan bahwa angka produksi dari kilang Pertamina masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan. Menyinggung soal persediaan minyak mentah (crude oil), Husni menyatakan cukup untuk 22 hari. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan beberapa pekan lalu yang hanya 18,5 hari. Pertamina UP IV saat ini memasok BBM melalui jaringan pipa dari barat sampai Padalarang dan timur hingga Rewulu, Yogyakarta. Sementara untuk wilayah Jateng bagian utara termasuk Semarang, dipasok kembali oleh Pertamina UP III Balongan, Indramayu. Adapun UP IV sempat membantu memasok untuk Jateng bagian utara. Sebab pipa distribusi UP III ada kerusakan, tetapi sekarang normal. Kilang Cilacap setiap hari memproduksi BBM 348.000 barel. Dari jumlah itu sekitar 60% didistribusikan di Pulau Jawa, sementara sekitar 34% dipasok ke seluruh wilayah Indonesia. ''Kedatangan kapal tanker ke dermaga khusus Pertamina juga sesuai dengan jadwal, hari ini ada beberapa kapal yang membongkar minyak di pelabuhan khusus,'' tuturnya. Secara terpisah, Kepala Wira Penjualan Pertamina UPMS IV Semarang di Cilacap, Reza Pahlevi menyatakan distribusi BBM khususnya solar dan premium di wilayah Jateng selatan sampai kemarin masih normal. Sebab, daerah tersebut dekat dengan UP IV Cilacap dan Stasiun Pengisian Depot Maos. ''Dari pantauan kami belum ada gangguan pasokan, baik keterlambatan maupun kelangkaan,'' akunya. Menurutnya, setiap ada kekurangan distribusi, pihak TTL segera mengedrop BBM dalam jumlah cukup. Pihaknya juga membentuk tim khusus untuk memantau mengenai pasokan BBM di pasaran termasuk proses pendistribusiannya. (G22-36s) |