| Kamis, 07 Juli 2005 | SALA |
Dari Papan Petunjuk, Telepon, hingga Pelayanan KhususSEPERTI tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan SPMB selalu menyita perhatian masyarakat. Selain yang terlibat sebagai calon peserta, yang juga harus memberikan perhatian lebih tentu para panitianya. Berbagai persiapan telah dilakukan berkenaan dengan pelaksanaan seleksi ujian masuk tersebut. Bukan hanya yang terkait dengan persiapan adiministrasi, namun lebih dari itu juga persiapan yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan ujian. Karena itu, jangan heran jika di beberapa tempat ujian sering menemui satpam dan bahkan juga anggota resimen mahasiswa (menwa) seperti yang terlihat dalam pelaksanaan ujian kemarin. Kehadiran mereka adalah bagian dari persiapan kelancaran SPMB. ''Di setiap tempat yang digunakan untuk ujian memang telah disiapkan satuan pengaman yang terdiri atas satpam dan para mahasiswa yang tergabung dalam Menwa UNS. Dengan kehadiran mereka diharapkan dapat mendukung keamanan dan kelancaran ujian,'' ujar Munawar Cholil, Panitia SPMB. Selain satuan pengamanan, untuk kelancaran pelaksanaan SPMB panitia telah memasang denah dan petunjuknya di setiap lokasi ujian. papan petunjuk tersebut diharapkan mempermudah calon peserta mengikuti ujian. ''Paling tidak karena sudah dipasang sehari sebelumnya calon peserta bisa melihat terlebih dahulu sebelum mengikuti ujian,'' jelasnya. Telepon Hal menarik lain yang muncul dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah ketika panitia menyediakan nomor telepon. Telepon dengan tiga nomor pesawat tersebut disediakan untuk memperlancar komunikasi. ''Dengan telepon on line komunikasi lebih cepat karena tak perlu harus datang langsung ke panitia,'' tutur Cholil. Sementara itu bagi calon peserta yang sakit, panitia menyediakan bantuan pelayanan khusus. Tak mengherankan bila calon peserta yang tengah berada di rumah sakit pun tetap bisa melaksanakan ujian dengan dukungan pelayanan khusus tersebut. ''Kami memang telah mendapatkan pemberitahuan ada beberapa peserta yang membutuhkan bantuan khusus. Dalam kondisi seperti itulah pelayanan khusus itu dibutuhkan.''(Evie Kusnindya, Wisnu Kisawa-27) |