logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Juli 2005 SALA
Line

189 Peserta SPMB Tidak Hadiri Ujian

  • Dua Meninggal Dunia

KOTA- Sebanyak 189 dari 11.979 peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Nasional yang mendaftar melalui Sekretariat Panitia Lokal 44 UNS Solo tidak mengikuti ujian tulis hari pertama, kemarin.

Sementara itu Citra Kartika Asri terpaksa menjalani ujian seleksi dengan perlakuan khusus di RS Panti Waluyo, Kerten. Peserta SPMB jurusan IPA tersebut mengerjakan soal ujian di dalam ruang Wijayakusuma II No 1 dengan didampingi beberapa panitia akibat kecelakaan sehari sebelumnya.

Demikian dikemukakan oleh Ketua SPMB Panitia Lokal 44 Prof Dr Ravik Karsidi MS kepada wartawan, kemarin.

Selain Citra Kartika Asri yang mengambil Fakultas Teknik UNS Jurusan Arsitektur sebagai pilihan pertamanya, ada beberapa peserta lain yang menjalani tes SPMB dengan perlakuan khusus.

Diansari Kurniawati yang menderita low vision atau gangguan penglihatan menjalani tes di ruang terpisah dengan bantuan panitia.

Peserta lainnya, yakni Ariesta Krisna Pretintani Eko Putro yang mengambil Jurusan Seni Rupa Murni UNS sebagai pilihan pertama, menolak dibantu panitia mengisikan lembar jawab komputer (LJK).

"Ada calon yang mengikuti ujian di SMK Negeri 7 meminta tambahan waktu akibat menderita tremor (buyuten-Red) sehingga kesulitan membubuhkan jawaban pada LJK. Namun oleh panitia permohonan itu ditolak lantaran yang bersangkutan tidak mengalami kesulitan membaca," tambah Ravik.

Nama Dobel

Pada hari pertama ujian SPMB kemarin panitia juga mendapati sembilan nama peserta yang dobel. Panitia semula mengindikasikan ada praktik perjokian, tetapi setelah dicek silang dugaan tersebut ternyata tidak terbukti.

"Kemunculan nama ganda itu disebabkan oleh beberapa hal, tetapi tidak ada yang mengarah pada perjokian. Ada yang sudah mendaftar tetapi mungkin karena kurang cocok yang bersangkutan mendaftar lagi sehingga dalam daftar kami muncul dua nama dengan identitas sama. Terdapat pula dua nama yang sama persis tetapi ternyata orangnya berbeda," jelasnya.

Panitia juga menindak seorang peserta yang kedapatan masih mengantongi ponsel. Peserta itu kemudian diminta menyerahkan ponselnya dan diperbolehkan melanjutkan ujian.

Ravik menyebutkan akibat jumlah peserta SPMB di Panitia Lokal 44 UNS Solo menurun hingga 10, 6% panitia terpaksa membatalkan enam lokasi yang semula direncanakan untuk menggelar ujian tersebut, yakni Gedung Fisip 3, SMK Negeri 1, SMPN 14, SMAN 6, SMAN 7, serta SMA 2 Sukoharjo.

Panitia menginformasikan dua calon peserta dipastikan tidak dapat mengikuti ujian karena meninggal dunia setelah kecelakaan di Mojosongo sebelum pelaksanaan SPMB.

Kedua peserta lulusan SMUN 5 Surakarta tersebut adalah Risa Andana dan Berinda.(G18,G19-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA