| Kamis, 07 Juli 2005 | SALA |
Perampok Asal Solo Tertangkap di JakartaSOLO - Kabar ditangkapnya beberapa perampok asal Solo oleh petugas Polres Jakarta Utara, membuka harapan kasus-kasus lama di Kota Bengawan itu akan bisa dibongkar pula. Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Djoko Tjahjono, berencana mengirim anggotanya ke Jakarta untuk mengecek kebenaran kabar itu. "Setelah mendapat kepastian, termasuk siapa yang ditangkap, kami akan mengirim petugas ke Jakarta," tuturnya, kemarin. Dia menyebutkan, masih ada kasus-kasus perampokan di Kota Solo yang hingga sekarang belum dapat diungkap. Di antaranya perampokan di Swalayan Goro Assalam, serta perampokan uang setoran SPBU senilai Rp 300 juta di Jalan Singosari, Prawit, Nusukan. "Saya belum mendapat informasi lengkap tentang kawanan perampok itu. Kami hanya mendengar kabar bahwa perampok asal Solo telah ditangkap di Jakarta Utara," jelasnya. Informasi tambahan lainnya, lanjut Djoko, kawanan perampok yang tertangkap itu merupakan spesialis nasabah bank. "Kami akan mendalami lagi. Selain itu, membuka data lama tentang laporan kejadian kriminal yang masuk Polresta," ujarnya. Kejadian kriminal, misalnya perampokan, di Kota Solo dan sekitarnya dua bulan terakhir menurun cukup tajam. Itu dapat dimaklumi, karena pada saat itu ada pemilihan kepala daerah, sehingga banyak petugas yang diturunkan ke lapangan. "Meski kejadian kriminal tetap ada, tetapi perampokan bisa dibilang nihil. Para pelaku mungkin takut, karena hampir semua sudut kota dijaga aparat," katanya. Pihaknya berharap, para pelaku kejahatan yang kini diamankan di Jakarta tersebut memiliki benang merah dengan kejadian di Kota Solo. "Kawanan penjahat semacam itu biasanya lintas wilayah, sehingga kemungkinan mereka berbuat jahat di Solo sangat terbuka," ucapnya. Data Suara Merdeka menunjukkan, kawanan perampok yang terakhir ditangkap Polwil Surakarta adalah Kelompok Sugiyanto alias Pak Dhe (52) warga Surabaya. Selain Pak Dhe, polisi juga menangkap putri bos perampok itu, yakni Rosita alias Ita (34), serta salah seorang anak buahnya, Sukimin (36) alias Jiying alias Jak. Mereka ditangkap April 2005. Sebelum itu, petugas Polresta juga mengamankan Munandar alas Cak Mun, tersangka pelaku perampokan dan pembunuhan di tiga lokasi di Kota Solo.(G11,san-27a) |