| Kamis, 07 Juli 2005 | SEMARANG |
Lubang di Jalan Raden Patah Diuruk
SEMARANG - Lubang-lubang besar di Jalan Raden Patah Semarang sudah mulai diuruk dengan batu oleh Dinas Bina Marga Jateng. Pengurukan tersebut merupakan upaya darurat untuk mencegah kecelakaan, akibat kendaraan terperosok dalam lubang-lubang itu. Lubang-lubang jalan yang sudah mulai diuruk itu, antara lain di depan perusahaan Jamu Nyonya Meneer. Pengurukan menggunakan batu-batu cukup besar hingga sekepalan tangan orang dewasa, sehingga tidak mudah terlempar saat diinjak kendaraan berat. Selain itu, genangan di bagian jalan yang rusak juga sudah terlihat berkurang. Hal itu, setelah sejumlah pekerja memasang pompa portable untuk membuang air dari tempat tersebut ke saluran di sekitarnya. ''Senin depan, kami akan mulai melakukan uji coba pengurukan dengan campuran pasir dan semen,'' ujar Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Pemeliharaan Jalan dan Metropolitan Semarang Dinas Bina Marga Jateng, Ir Agung Suparjo, Rabu (6/7). Mulai Lajur Utara Uji coba akan dilaksanakan di sekitar Sekolah Karangturi. Setelah campuran pasir dan semen atau concreted treated base (CTB) dipasang, didiamkan selama empat hari. Jika hasilnya sesuai dengan rencana, maka pemasangan CTB akan dimulai dari lajur utara. ''Kami akan segera melakukan koordinasi dengan Satlantas dan Dinas Perhubungan untuk menutup lajur tersebut,'' kata dia. Pihaknya juga meminta DPU Kota Semarang untuk segera memperbaiki saluran Jalan Raden Patah. Walaupun Jalan Raden Patah merupakan wewenang Pemprov Jateng, untuk salurannya masih masuk dalam wewenang Pemkot. Kepala Dinas PU, Achmad Kadarisman ST, mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari Dinas Bina Marga. Berdasarkan surat tersebut, Pemkot akan segera mengadakan lelang proyek perbaikan saluran. Setelah proses lelang, segera akan dilanjutkan dengan pemberian surat perintah kerja. Diharapkan, dalam 45 hari mendatang perbaikan saluran sudah mulai bisa dilakukan. ''Kami berusaha secepat mungkin menangani saluran tersebut,'' kata dia. (G6-37a) |