logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Juli 2005 SEMARANG
Line

Ratusan Peserta SPMB Tak Ikut Ujian Tulis

SEMARANG - Ratusan peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Lokal Semarang tidak mengikuti ujian tulis yang berlangsung di Kampus Undip, Unnes, dan beberapa sekolah di Kota Semarang, Rabu (6/7).

Ketua Pelaksana SPMB Lokal Semarang, Drs Sutarno, mengungkapkan, dari pendaftar sejumlah 15.332 orang, yang mengembalikan formulir hanya 15.008 orang, sehingga 324 orang secara otomatis tidak mengikuti ujian tulis yang berakhir hari ini.

Dia memerinci jumlah peserta yang mengambil formulir kelompok IPA sebanyak 5.033, dan yang dikembalikan 4.926.

Di kelompok IPS, dari 6.951 yang kembali 6.785. Sebaliknya, kelompok IPC dari 3.348, yang dikembalikan 3.297 lembar.

''Tahun lalu jumlah pembeli formulir SPMB yang tak mengembalikan formulir juga tak jauh berbeda dengan saat ini. Mereka tidak mengikuti ujian, kemungkinan karena sudah diterima di perguruan tinggi swasta yang bermutu atau belum lulus ujian nasional,'' ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Suara Merdeka kemarin, ujian SPMB yang mengujikan kemampuan dasar berlangsung lancar. Ada seorang peserta yang tidak diperkenankan mengikuti ujian, karena terlambat lebih dari satu jam. Peserta asal Ambarawa itu, sedianya mengikuti ujian di Fakultas Ekonomi; tapi karena datang pukul 09.15, panitia tidak memperkenankan mengikuti ujian.

''Kami bukannya menghalang-halangi hak peserta untuk mengikuti ujian. Tapi, aturannya kalau terlambat lebih dari 15 menit dilarang mengikuti ujian.

Ketentuan tersebut untuk mengantisipasi kebocoran soal. Sebab, bisa saja peserta telah membaca soal terlebih dulu, kemudian masuk lagi di tempat lain,'' jelas Sutarno.

Tuna Netra

Di Panitia Lokal Semarang, terdapat dua peserta yang ditempatkan secara khusus, terpisah dengan peserta lain. Mereka mengerjakan soal di Rektorat Undip Pleburan, dengan ruang yang berbeda. Satu peserta tunanetra dan satu peserta karena kondisi tubuh yang cacat, membutuhkan kursi yang berbeda dengan peserta lain.

Peserta tunanetra dibantu dua petugas dalam mengerjakan soal. Satu petugas membacakan soal, sedangkan petugas yang lain menuliskan jawaban pada lembar jawab komputer.

Sebaliknya, peserta yang cacat mendapatkan kursi tersendiri yang bisa disesuaikan dengan tinggi meja. (H7-37a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA