| Kamis, 07 Juli 2005 | SEMARANG |
Penyaluran Beasiswa Diperbaiki
SEMARANG - Sejumlah langkah perbaikan telah dirancang oleh wali kota dan wakil wali kota terpilih Kota Semarang periode 2005-2010, Sukawi Sutarip-Mahfudz Ali. Beberapa rencana langkah perbaikan itu, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, fisik kota, pengendalian banjir, rob, prasarana jalan, dan birokrasi. Dalam bidang pendidikan, Sukawi berencana memperbaiki sistem penyaluran beasiswa kepada murid-murid sekolah. Perbaikan itu, kata dia, berupa pengambilan beasiswa melalui bank yang ditunjuk Pemkot, misalnya Bank Jateng. Setiap siswa memiliki rekening di bank, sehingga penyaluran beasiswa benar-benar diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin. ''Selain itu, setiap murid penerima beasiswa harus memiliki kartu penerima beasiswa,'' ungkap dia. Kartu itu berlaku selama setahun. Dalam kurun waktu itu, apabila kondisi perekonomian orang tua siswa bisa membaik atau menjadi kaya, kartu beasiswa itu bisa dicabut. Melawan Banjir Salah satu program 100 hari pertama yang mungkin paling besar adalah program ''Perang Melawan Banjir''. Program tersebut termasuk pengendalian rob. Sukawi memerinci, ''perang melawan banjir'' itu diisi dengan kegiatan membersihkan saluran di depan setiap rumah, kantor, dan fasilitas umum. Diupayakan, setiap pemilik/penghuni bangunan mau membersihkan saluran di depannya. Program lain, sambung dia, adalah pemantauan sungai yang sering dipakai warga untuk membuang sampah. Salah satu langkah pemantauan, dilakukan dengan memasang kamera CCTV di tempat tersembunyi. ''Dengan sistem itu, bisa dilacak orang-orang yang kerap membuang sampah di sungai. Kamera CCTV bisa diganti setiap dua hari sekali,'' ungkap dia. Kegiatan lain berupa penghijauan di kawasan atas, inventarisasi tanah-tanah yang rawan longsor, dan pembuatan sumur resapan. Sukawi mengakui, persoalan rob memang belum selesai. Begitu dirinya bersama Mahfudz Ali dilantik, sore harinya Sukawi berencana langsung terjun ke daerah rob. Berkait dengan upaya mengatasi titik kemacetan, pada 2006 diharapkan satu per satu mulai diatasi. Dia mencontohkan, pelebaran Jalan Kaligawe sudah dilakukan. Dalam proyek itu, tanggung jawab Pemkot sebatas menyediakan atau membebaskan tanah untuk pelebaran. ''Upaya itu sudah berhasil dilakukan, saat periode lima tahun lalu,'' ungkapnya. Mengenai perbaikan di tubuh birokrasi Pemkot, penggantian kemungkinan dilakukan, mengingat banyak pejabat Pemkot pensiun pada 2005 ini. Oleh karena itu, penggantian pejabat nantinya lebih merupakan penggantian yang reguler. Meski begitu, bisa dilakukan atas permintaan pejabat yang bersangkutan, karena tidak mau di posisi yang selama ini ditempati. ''Jadi kalau nanti ada penggantian, bukan karena pilkada,'' tuturnya. Program baru yang dilakukan adalah pembenahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara total. Selain pembenahan, juga penambahan BUMD/perusahaan daerah baru. (G17-37a) |