logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

SOT BLK Perlu Dievaluasi

BOROBUDUR - SOT (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) Balai Latihan Kerja (BLK) perlu dievaluasi lagi sehingga otoritas yang dimilikinya bisa lebih luas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ''Sejak urusan BLK diserahkan Pemerintah Pusat ke daerah, BLK menjadi unit pelaksana teknis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan dipimpin pejabat eselon IV,'' kata Sarwo Edy Wibowo, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Magelang, kemarin.

Kinerja BLK yang berlokasi di Tempuran, katanya, sudah mendapat pengakuan dari kalangan swasta. Hasil pendidikan bidang las listrik misalnya, diserap khusus oleh perusahaan produsen komponen alat berat.

Perusahaan otomotif terkenal juga meminta bantuan fasilitasi untuk merekrut ratusan lulusan SMK dan SMA Kabupaten Magelang sebagai calon tenaga magang. Bahkan perusahaan itu kemudian membantu BLK peralatan praktik otomotif.

Menurut Sarwo Edy Wibowo, pembenahan SOT itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Selain itu, alokasi anggaran untuk BLK diusulkan untuk ditingkatkan secara bertahap, termasuk dalam hal pengadaan kendaraan operasional.

Karena sejak BLK berada di bawah Disnakertrans, semua karyawan bekerja menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi.

Kendaraan operasional sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran tugas-tugas kedinasan. Lebih-lebih wilayah jangkauan kerja BLK, sebagian besar pelosok pedesaan yang jaraknya puluhan kilometer dan bisa jadi medannya buruk.

Budayakan Calon

Ia menilai BLK Tempuran sangat dibutuhkan masyarakat karena lembaga ini sangat membantu dalam memberdayakan calon tenaga kerja. Salah satunya melalui pembekalan berbagai ketrampilan/keahlian seperti las listrik.

Sementara itu, lulusan sekolah formal belum tentu atau tidak bisa dijamin bisa langsung dan mampu bersaing dalam mencari pekerjaan.

Kepala BLK Yudo Kisworo SPd membenarkan instansi yang dipimpinnya belum memiliki kendaraan dinas. Sekarang ini untuk mendukung tugas BLK, para karyawan menggunakan kendaraan pribadi.

Padahal frekuensi operasionalnya sangat tinggi karena kegiatan untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat sangat padat. Apalagi kegiatan itu tak hanya dilakukan di BLK tetapi dilaksanakan juga di pelosok. Misalnya di daerah Bligo (Ngluwar) dan Bawang (Tempuran). Kondisi ini berlangsung sejak BLK bergabung dengan Pemkab Magelang.

Saat ini, pelatihan ketrampilan yang diberikan dan diselenggarakan, antara lain las listrik, elektro, wekel, ukir kayu, menjahit, mebeler dan proccesing (misal memproses tomat menjadi saos). (pr-55m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA