| Kamis, 07 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Ikan Hias Diselundupkan ke Luar NegeriYOGYAKARTA -Selama ini ikan hias air tawar banyak diselundupkan ke berbagai negara tetangga, sehingga banyak pedagang tidak bisa memenuhi nilai ekspor yang dibutuhkan. Indonesia baru bisa mengekspor ikan hias air tawar sekitar 40% sampai 50%, sedangkan untuk ikan hias air laut sekitar 23% dari permintaan. ''Kondisi ini membuktikan, peluang ekspor ikan hias kita masih terbuka,'' kata Drs Hari Palguna MP, Pembantu Rektor I Akademi Perikanan Yogyakarta (APY) kepada Suara Merdeka di Kampus APY Jalan Timoho, Yogyakarta, Rabu(6/7). Semua bisa terjadi karena banyak ikan hias air tawar banyak diselundupkan ke luar negeri. Sebagai negara maritim, kekayaan ikan hias kita cukup banyak dan jenisnya beraneka macam. Bahkan banyak ikan hias yang dimiliki Indonesia tidak terdapat di negara lain. Anehnya, Indonesia yang dikenal cukup kaya jenis ikan hias air tawar maupun air asin justru kalah dengan Singapura. ''Selama ini Singapura menjadi salah satu pengekspor terbesar ikan hias air tawar dan air asin di dunia,'' jelas Palgunadi seraya menambahkan ''Padahal negara tersebut kecil.'' Berdasarkan informasi, lanjut Palgunadi yang juga staf pengajar APY, kebanyakan ikan yang diekspor Singapura tersebut justru berasal dari Indonesia. ''Ikan hias itu dimasukan ke negara tersebut secara ilegal,'' jelasnya. Dalam mengatasi berbagai permasalahan itu, sekaligus meningkatkan keterampilan para pedagang maupun pengekspor ikan hias, pihak APY kemarin mengenalkan sebuah kolam penyegaran ikan kepada para pedagang ikan hias di Jateng dan DIY. ''Pada kesempatan ini kami sengaja mengajak para pedagang ikan hias untuk melihat-lihat kolam penyegaran yang kami buat. Dengan harapan, para pedagang bisa membuat sendiri,'' ungkapnya. (sgt-55d) |