| Kamis, 07 Juli 2005 | INTERNASIONAL |
China Juga Rencanakan Misi Penabrak KometBEIJING - Tak mau kalah dengan Amerika Serikat yang sukses menabrakkan pesawatnya ke sebuah komet, China juga sedang membangun sebuah pesawat serupa Deep Impact-nya AS untuk ditabrakkan ke komet. Media setempat melaporkan hal itu Rabu kemarin. China, selaku negara ketiga yang telah meluncurkan astronotnya ke antariksa, rupanya gemas dengan keberhasilan misi pesawat AS menabrak komet, Senin lalu. China berambisi meluncurkan dua astronotnya ke orbit pada September ini. Selain itu, negeri raksasa Asia ini juga berniat mengirimkan stasiun luar angkasa dan bahkan misi astronot untuk mendarat di bulan. ''Sebenarnya, kami memiliki pesawat Deep Impact versi kami. Hanya saja, kami belum pernah mengungkapkannya kepada publik,'' kata astronom Zhao Haibin. ''Sekarang ini, kami sedang memfokuskan diri pada penelitian tentang bulan. Namun, begitu penelitian itu sukses, kami akan segera memulai rencana pesawat sejenis Deep Impact itu.'' Misi pesawat NASA Senin lalu adalah untuk memperoleh bahan-bahan penelitian dari inti komet Tempel 1. Bahan-bahan itu akan digunakan untuk meneliti dan mengungkapkan rahasia terbentuknya Bumi. Mendorong Komet Sebaliknya, misi pesawat China terutama bertujuan melindungi planet ini dari hantaman komet atau steroid. Zhao mengatakan, misi China nyaris sama seperti yang terpapar pada film Deep Impact 1998. Dalam film itu, dikisahkan bagaimana Bumi harus melindungi diri dari hantaman komet-komet. Bertentangan dengan metode impacting ala NASA, China bakal menerapkan metode yang lebih cerdas. Metode ini disebutnya sebagai metode pasting. Dalam metode China ini, pesawat akan mendaratkan instrumen bermesin ke komet. Instrumen bermesin itu akan mendorong sebuah komet atau asteroid agar tidak terjadi tabrakan dengan Bumi. Tentu saja, instrumen itu harus bisa ditempelkan dengan mulus ke komet yang dituju. Zhao mengatakan, dia dan para astronom lainnya di Observatorium Nanjing Zijinshan di China timur pada akhir Juni lalu sudah melacak lebih dari 700 batuan luar angkasa yang berpotensial menghantam Bumi. Namun, China masih harus mengatasi hambatan-hambatan teknis sebelum dapat mengirimkan misi penabrak komet itu ke luar angkasa. ''Kami masih perlu meyakinkan dulu bahwa data-data ilmiah dapat ditansmisikan ke Bumi melalui pesawat induk penabrak komet,'' kata Huang Chunping, seorang teknisi yang ikut dikirim ke luar angkasa pada 2003.(rtr-gn-25) |