logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Juli 2005 BANYUMAS
Line

Makanan Kedaluwarsa Tetap Dijual

BANJARNEGARA- Makanan kedaluwarsa dan tak layak dikonsumsi masih dijual oleh beberapa pedagang. Hal itu diketahui saat tim gabungan pemantauan harga dan makanan survei ke beberapa pasar kecamatan.

Tim terdiri atas Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perkonomian Setda, Dinas Kesehatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu survei Pasar Kalibening, Batur, Karangkobar, Klampok, Mandiraja, dan Purwonegoro. Di Pasar Karangkobar, mereka menemukan enam paket biskuit, empat botol susu cair, dan enam botol minuman sari buah kedaluwarsa.

Selebihnya tim mendata makanan ringan dan kue kering produksi industri rumah tangga yang belum mencantumkan izin Dinas Kesehatan. Mereka menemukan makanan ringan itu di Pasar Kalibening, Batur, dan Klampok.

Di Mandiraja, tim mendapati 12 saset kopi bubuk, 15 saset teh celup, 35 bungkus mi instan, 30 botol sirup, dan 10 saset kecap isi ulang kedaluwarsa. Adapun di Pasar Purwonegoro ada enam botol kecil kecap kedaluwarsa.

''Ada puluhan makanan ringan produksi industri kecil belum mencantumkan izin pemerintah. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintahan desa dan puskesmas untuk membina produsen,'' kata Kepala Subbagian Industri dan Perdagangan Yuli Setyorini, kemarin.

Kesadaran Rendah

Namun kesulitannya, kata dia, beberapa produsen makanan ringan dari luar Banjarnegara. Tak jarang mereka tak mencantumkan alamat perusahaan sehingga sulit dihubungi. Pedagang rata-rata juga tak tahu alamat perusahaan itu.

Dia menyatakan temuan di beberapa kios pasar menunjukkan kesadaran pedagang tentang bahaya makanan kedaluwarsa masih rendah. Meski, ada pula pedagang yang memisahkan makanan itu dari barang dagangan. Pedagang tetap menjual barangkali tahu atau sengaja. (mos-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA