logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 07 Juli 2005 BANYUMAS
Line

Pengusaha Tak Akan Hengkang dari Cilacap

CILACAP- Bupati Cilacap H Probo Yulastoro menyatakan tak yakin para pengusaha jamu dari Gentasari hengkang dari Cilacap. Sebab, mereka pasti tetap berkeinginan investasi di wilayah sendiri. ''Saya tahu betul karakter mereka,'' katanya, kemarin.

Dia mengemukakan semua pengusaha pasti ingin mengembangkan bisnis mereka. Banyak pula yang ingin merintis bisnis baru. Begitu pula para pengusaha jamu.

Beberapa tahun terakhir, kata dia, ada yang membuka dealer motor, mendirikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta membangun pusat perbelanjaan. Kebanyakan usaha baru itu di Cilacap.

Jika sekarang mereka ancang-ancang investasi di Purwokerto, ujar dia, berarti memperluas bisnis. Mereka tidak hengkang karena bisnis di Cilacap tetap berjalan.

''Mereka hanya ingin buka usaha baru di Purwokerto. Apalagi uang yang akan diinvestasikan tak begitu besar. Masih besar yang telah diinvestasikan di sini,'' katanya.

Dia menuturkan iklim usaha di Cilacap cukup kondusif. Prasarana dan sarana sangat mendukung. Misalnya, jalan raya, Pelabuhan Tanjung Intan, Bandara Tunggul Wulung, dan jalur kereta api.

Hal itulah yang membuat para investor luar kota berdatangan. PT Dharmapala Usaha Sukses, misalnya, saat ini membangun pabrik raw sugar di kompleks Pelabuhan Tanjung Intan. Juga pabrik pengolahan kayu PT Waroeng Batok Industries.

Selama tahun 2004, kata dia, investasi yang masuk Rp 1,9 triliun lebih. ''Cilacap kota industri. Jadi kebanyakan investor datang ke Cilacap untuk mendirikan pabrik. Bukan berarti investor di bidang lain tak ada. Ada pula yang membangun perumahan, pasar, supermarket, dan sebagainya.'' (ag-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA