SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Rabu, 06 Juli 2005

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) menetapkan BI Rate (suku bunga kebijakan) sebesar 8,5 persen yang akan berlaku dalam tiga bulan ke depan. Penetapan BI Rate ini merupakan yang kali pertama setelah BI memutuskan menggunakan suku bunga sebagai sinyal kebijakan moneter. Keputusan itu disetujui dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Demikian dikatakan Direktur Direktorat Strategis dan Humas Bank Indonesia Halim Alamsyah di Jakarta kemarin.

JEPARA-Petani tebu menolak Apegti menjadi importer gula dan masuk menjadi anggota Dewan Gula Indonesia (DGI). Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Badan Koordinasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN BK APTRI) H Abdul Wachid saat bertemu Menteri Perdagangan Dr Mari Pangestu di Pendapa Kabupaten Jepara, Senin sore lalu.

SEMARANG-PT Nine Stars Futures (NSF), salah satu perusahaan pialang yang Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB)-nya dicabut oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan mengajukan surat keberatan. Keputusan itu diambil setelah perusahaan itu berkonsultasi dengan Bappebti.

YOGYAKARTA -JTTC mengadakan dua pelatihan sekaligus, di antaranya ''Pelatihan Handling Complaint for Customer Service'' setiap Jumat, Sabtu dan Minggu pukul 13.30-17.45, dan ''Pelatihan Teknik Menyusun Proposal serta Sponsorship'' setiap Jumat, Sabtu dan Minggu pukul 15.45-19.30 WIB.

SEMARANG-Akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada produk agro, Balai Karantina Tumbuhan (BKT) kelas I Tanjung Emas memperkirakan industri agro mengalami kerugian hingga Rp 1,4 miliar.

SEMARANG- Berakhirnya lembaga penjaminan pemerintah terhadap kewajiban pembayaran bank perkreditan rakyat agaknya tak terlalu dikhawatirkan BPR. Pasalnya, peran penjaminan itu nantinya dapat digantikan APEX Bank dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

YOGYAKARTA - Pasar telepon selular (ponsel) yang semakin marak di Yogyakarta memang menggembirakan bagi pelaku usaha di bidang tersebut. Namun di balik itu ternyata persaingannya sudah tidak lagi sehat. Direktur Galaxy International Retail, Sony Mulyadi mengungkapkan hal itu kepada wartawan di sela-sela acara menjelang peringatan HUT ke-4 pusat ponsel miliknya yang berdiri sejak tahun 2001, kemarin. Menurutnya ketidaksehatan persaingan karena kenakalan sejumlah oknum sehingga mengakibatkan konsumen kecewa dan rugi.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA