logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 SALA
Line

Bekali Keterampilan Siswa dengan Budi Daya Anggrek

DALAM ilmu taksonomi, anggrek termasuk dalam famili Orchidaeceae, yakni famili yang sangat bervariasi dan merupakan salah satu grup terbesar di antara tanaman bunga. Famili itu terdiri atas sekitar 800 genus dan lebih dari 50.000 spesies anggrek alam yang ditemukan di seluruh dunia. Beberapa jenis yang dikenal komersial adalah Dendrobium, Phalaenopsis, Archnis, Cymbidium, Cattleya, Vanda serta kerabatnya.

Di Wonogiri, ada kegiatan menarik yakni budi daya anggrek yang dilakukan murid-murid sekolah, sebagaimana yang terjadi di SMA Negeri di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan membudidayakan bunga anggrek dibakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler bagi murid kelas II.

Sari Ambarwati, siswi SMA Negeri Kecamatan Manyaran menyatakan ada keasyikan tersendiri ketika bersama rekan-rekannya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler membudidayakan tanaman anggrek. ''Apalagi saya wanita yang suka bunga. Rasanya senang dan mengasyikan,'' tutur dia.

Inisiatif pemilihan jenis ekstrakurikuler berupa kegiatan membudidayakan tanaman bunga anggrek, datang dari Kepala Sekolah Drs Budi Santosa MPd. ''Budi daya anggrek dilakukan para murid sejak tahun pelajaran 2002/2003 lalu,'' kata Drs Purwadi, guru pembimbing ekstrakurikuler tersebut.

Pembekalan Keterampilan

Kegiatan itu dipilih sebagai salah satu jenis bimbingan pembekalan keterampilan kepada para murid, sebagai bagian dari pelaksanaan program Broad Based Education (BBE). Yakni, program pendidikan kecakapan hidup (life skill).

''Tidak sulit untuk memasarkan hasil budi daya anggrek para murid. Sebab langsung terserap pasar lokal atau diambil bakul yang sengaja datang dari Kartasura (Sukoharjo) dan Solo,'' tutur Purwadi.

Pada budi daya tahun pertama, 1.000 pot habis terjual. Demikian halnya dengan tahap kedua, 750 pot juga semua laku terjual.

Harga jual Rp 7.500/pot bagi yang belum tumbuh bunga, dan Rp 15.000/pot untuk yang berbunga. ''Kami tidak cari untung banyak, yang penting para murid dapat melakukan praktik budi daya anggrek, untuk membekali keterampilan pada mereka,'' ujar Purwadi.

Untuk membudidayakan tanaman anggrek diperlukan waktu minimal empat bulan, dan jika perlu sampai sekitar tujuh bulan.

Untuk membudidayakan anggrek harus paham tekniknya. Purwadi mengaku pernah kursus ke Gino, pengusaha dan pembudi daya anggrek di Desa Tegiri, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri. ''Para murid juga kami bawa ke Tegiri untuk praktik pelatihan dua kali.''

Menurutnya, ada 75 murid yang memilih kegiatan ekstrakurikuler bertanam anggrek. Untuk bibit anggrek jenis Dendrobium, dipesan dari IPB Bogor. Bibit awalnya dikemas dalam botol dan baru kemudian diambil untuk dipindahkan ke pot-pot yang diberi media arang.

Anggrek budi daya memerlukan suhu bertemperatur 28-30 derajat celsius. Apabila temperatur lebih tinggi dari 30 derajat celsius, harus diimbangi dengan kelembaban udara serta adanya sirkulasi udara yang lancar. Untuk menciptakan kelembaban di siang hari, dapat dilakukan dengan penyemprotan air.(Bambang Pur-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA