| Rabu, 06 Juli 2005 | WACANA |
Surat PembacaUntuk PT ExelcomindoSaya anggota XL Kita No ID 03030246 yang termotivasi adanya Turs (bonus penjualan) setiap jual 1 kartu perdana. Karena kurang menguntungkan maka akhir Februari 2005 saya putuskan mundur. Saya masih punya simpanan Turs Rp 300 ribuan. Sesuai aturan, Turs hanya bisa diberikan kepada XL Kita minimal Rp 300.000. Berapa pun jumlahnya, seharusnya saat mengundurkan diri, Turs diberikan dulu. Tetapi sampai surat ini saya kirim, belum menerima sepeser pun. Hal tersebut merupakan bentuk timbal balik kerja sama antara saya dan PT Exelcomindo. Saya sengaja diam sampai bulan Mei 2005. Saat itu saya bertemu dengan teman sesama XL Kita yang masih aktif. Dia memberitahukan kalau counter saya berhak menerima Turs yang segera dibagikan sebanyak Rp. 329.000. Saat saya tanyakan kepada sales dan mengecek ke rekening BCA saya (print out), ternyata tidak ada transfer. Mungkin bagi perusahaan sebesar PT Excelcomindo jumlah nominal tersebut tidak berarti, tapi bagi saya sangat berarti sebab merupakan hasil jerih payah selama 9 bulan mempromosikan XL. Mohon penjelasan pimpinan dan saya yakin PT Exelcomindo pasti punya komitmen baik dalam melayani pelanggan serta mitra kerjanya. Hendik Riyanto *** Mohon Buku untuk SLB Kami sekelompok orang tua yang memiliki putra-putri berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Negeri Semarang Jl Elang Raya 2 Mangunharjo Tembalang Semarang telp 70781106. Kami mohon sumbangan buku-buku pelajaran atau buku pengetahuan lain yang dapat digunakan dan masih ada kaitannya dengan pelajaran. Terus terang saja sarana penunjang ini sangat diperlukan sekali dalam proses belajar di SLB. Sumbangan iniuntuk membantu putra-putri kami serta membantu para guru yang telah melakukan perbuatan mulia dengan mengasah intan tanpa batas. Rita AT *** Kliping Koran/Majalah Anda seorang pelajar, mahasiswa, ilmuwan, aktivis LSM, atau lainnya, bila membutuhkan kliping koran dan majalah tentang berbagai bidang (ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, pendidikan, pertanian, peternakan, olahraga, otomotif, Iptek bisa hubungi Ade Sutisna, Jl Teratai 221 A, Glempangpasir, RT 4/RW 4 Adipala, Cilacap atau 0815-8538-6718/0856-2417-9739/0815-8545-2292. Ade Sutisna *** Lagi, soal PT Apparel Keberadaan pabrik garmen PT SEI Apparel Jl Brigjen Soediarto Penggaron, Semarang menurut saya sangat membantu perekonomian rakyat Kota Semarang dan sekitarnya. Selain menampung ribuan tenaga kerja, keberadaannya terbukti membantu mengentaskan kemiskinan. Namun akan lebih bagus lagi, bila yang dilakukan manajemennya dibarengi pengaturan lalu lintas karyawan saat pergantian shift agar lebih tertib. Sebagai penghuni kompleks Perumahan Plamongan Indah, beberapa tahun terakhir ini saya merasa terganggu dalam kenyamanan berlalu lintas. Namun nampaknya pihak perusahaan seolah-olah tidak peduli dan tutup mata dengan keluhan warga dan pengguna lalu lintas yang lain. Anehnya lagi, pejabat dan penguasa wilayah pun sepertinya tak mampu bernegosiasi dengan manajemen. Begitu pula keluhan masyarakat akibat kemacetan lalu lintas di tempat itu, tidak juga membuat Apparel bergeming. Saran saya: Pos satpam yang sepertinya juga untuk absen karyawan dapat dipindahkan lebih masuk ke dalam yang masih banyak areal kosongnya. Dengan demikian para penjemput dapat parkir di jalan masuk pabrik dan bukannya nongkrong di jalan. Pintu keluar karyawan sebaiknya dipindahkan lewat jalan terminal Penggaron, sehingga para penjemput dan angkutan umum yang ngetem tidak menutup jalan. Jika dua hal tersebut tidak bisa dinegosiasikan lagi, terpaksa izin HO harus ditinjau. Bukankah HO, izin yang diberikan karena keberadaan tempat usaha tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Sedang masalah bubaran karyawan telah cukup lama mengganggu banyak aktivitas masyarakat, terutama ketika bulan puasa. Semoga keberadaan Apparel tidak menjadikan warga Plamongan Indah bertindak yang menimbulkan ekses negatif. Daryoso *** Korupsi dan Orang Jawa Di Suara Merdeka 19 Juni 2005 terdapat dua tulisan mengenai korupsi berkaitan dengan kultur orang Jawa. Bahkan ada perkataan: "Apa aneh kalau saya korupsi? Saya kan orang Jawa" dan juga "Mosok wong Jawa tak bisa korupsi". Sungguh menyakitkan pernyataan-pernyataan itu. Untunglah sepanjang sejarah ada beberapa priyayi Jawa seperti Ibu SK Trimurti, Mr Moh Roem, dokter Cipto Mangunkusumo, Mr Maria Ulfah Santosa dan Doktor Sosrokartono (yang mengajarkan sugih tanpa bandha - kaya tanpa harta). Para tokoh tersebut rela hidup sederhana dan murni mengabdi pada rakyat. Kekuasaan dan wewenang tidak dianggap sebagai sumber penghasilan untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan golongannya. Uraian ini untuk mengimbangi sikap orang Jawa yang melakukan korupsi, bahkan tega menipu rakyat. Ternyata korupsi merupakan musuh negara dan masyarakat. Mari sama-sama perbaiki citra yang kurang baik ini pada orang Jawa, dimulai dari diri sendiri. Dra Titi Supratignyo MEd *** Lulus Tidak Harus Arak-arakan "Hari gini, lulus pakai arak-arakan? Nggak banget gitu..." Sebagai generasi penerus yang berkualitas, seharusnya berani mengucapkan kalimat tersebut setelah melihat kelulusannya, baik bagi siswa kelas 3 SMP maupun SMA/SMK. Sungguh kurang ada manfaatnya melampiaskan kegembiraannya dengan arak-arakan dan mencoret-coret pakaian atau rambut, sementara sujud syukur malah dilupakan. Selamat saya ucapkan kepada para siswa yang lulus ujian nasional dan selamat juga bila tidak termasuk dalam kelompok yang suka arak-arakan. Kalian hebat dan telah dewasa dalam menyikapi kemenangan. Kelulusan ini baru satu episode (mengambil kata yang sering dipakai Aa Gym) dan masih banyak episode atau ujian berikutnya. Termasuk ujian menghadapi persaingan mencari sekolah berikutnya. Semoga sukses. Selamat juga kepada para guru dan orang tua atas keberhasilan putra-putrinya dan selamat bila putra-putrinya yang tidak termasuk kelompok suka arak-arakan. Ini berarti bapak/ibu berhasil mendidik dan menanamkan kepada putra-putri untuk bersikap dewasa serta tetap dalam kesederhanaan. Kepada para siswa yang belum lulus, semoga Allah memberi kesabaran dan kekuatan untuk tetap bersemangat menghadapi ujian periode II pada akhir Agustus nanti. Jangan gagal untuk kali kedua. Orang tua dan keluarga, agar senantiasa memberikan motivasi dan doa. Saya yakin, tahun ini kegiatan yang kurang positif itu semakin berkurang dan demikian seterusnya untuk tahun-tahun mendatang. Hidup pelajar Indonesia. Sumintarsih *** Bantulah Duafa Ketika berbagai bencana menimpa, kita dihadapkan pada realita yang menjadikan hati orang-orang bersih menjadi trenyuh. Krisis ekonomi, gempa Aceh dan Nias, banjir bandang, tanah longsor dan lain-lain. Di pihak Iain, ada sebagian orang yang meminta fasilitas mewah yang dananya diambil dari orang yang kekurangan. Mereka tidak peduli korupsi menjadikan anak-anak tetangga sulit makan dan sekolahnya jadi terbengkalai. Kepada siapa mereka akan berharap, hanya orang-orang berhati nurani bersih yang dapat diharapkan. Ada berapa orang kaya yang berhati nurani dan ada berapa duafa yang ada di Semarang? Jawabnya adalah bukti dengan seberapa banyak anak duafa yang tersenyurn di sekolah dengan perut kenyang. Mereka tidak perlu lagi berkeliaran di lampu merah. Mereka tidak perlu lagi khawatir nanti sore tidak makan. Alangkah indahnya senyum anak-anak yang sebelumnya jarang bertemu makanan dan bangku sekolah kemudian mereka berlarian menenteng tas menuju ke sekolah dengan perut kenyang. Dengan optimistis masih banyak orang berhati nurani, Rumah Zakat Indonesia (RZI) yang ingin mengurangi derita kaum duafa telah hadir di Semarang. Bagi yang punya keinginan mengubah tangis dan derita menjadi senyum bahagia bisa menyalurkan dananya ke RZI di JI Lamper Tengah 427 Semarang atau telp (024) 70780960. Ketenangan ada saat kewajiban terlaksana, Ketenangan ada saat bisa berbagi dengan sesama, ketenangan ada saat amanah tersampaikan. lchwan Chabibi SSi (Marketing) |