| Rabu, 06 Juli 2005 | MURIA |
Warga Lodan Kulon Tunggu EmbungSEBELUM dugaan politik uang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Rembang mencuat, nama Desa Lodan Kulon, Kecamatan Sarang tidak begitu akrab di telinga masyarakat. Akan tetapi, kini desa berpenduduk 3.000 jiwa itu tiba-tiba terkenal. Pasalnya, banyak warga Rembang yang membicarakan terjadinya dugaan politik uang di desa tersebut. Letak Desa Lodan Kulon tidak jauh dari desa-desa lainnya di Rembang. Suasana desa yang terletak sekitar 30 km dari pusat kota tersebut sehari-harinya terasa sunyi. Detak kehidupan warga Desa Lodan Kulon yang paling utama adalah petani lahan tadah hujan. Namun, tidak semua lahan pertanian desa tersebut bisa dimanfaatkan untuk tanaman padi. "Jadi, di wilayah desa kami tidak ada sawah," ujar Cholid Suyono, salah seorang anggota DPRD Rembang yang berdomisili di desa tersebut. Memang, desa yang dikelilingi oleh perbukitan ka-pur tersebut tidak memiliki sumber air yang memadai untuk mengairi lahan pertanian sehingga tidak semua lahan bisa diolah menjadi sawah. Dari luas wilayah desa yang 89 hektare tersebut, hampir seluruhnya merupakan daerah pertanian tadah hujan. Jika tidak ada hujan, lahan pertanian di desa itu lebih sering untuk bertanam palawija, seperti jagung dan kacang. Beberapa tanaman lain yang sesekali ditanam oleh petani Desa Lodan Kulon adalah tomat dan cabai. Namun, jumlah petani yang menanam tomat dan cabai tidak banyak. "Mereka hanya menanamnya untuk keperluan rumah tangga mereka sendiri," ujar Ketua Badan Perwakilan Desa Lodan Kulon, Salim. Saat musim kemarau datang, lahan pertanian desa di barat Kota Kecamatan Sarang tersebut sering dibiarkan bera dan terbengkalai. Tak mengherankan, jika memasuki desa tersebut, gambaran yang nyata terlihat adalah suasana gersang dan kering, lebih-lebih pada musim kemarau. Pada 2004, Pemkab menggagas pembuatan embung di daerah itu. Namun, hingga saat ini realisasinya belum tampak. Perkembangan terakhir rencana pembuatan em-bung yang akan dinamakan Embung Lodan tersebut kini masih dalam taraf pembebasan lahan. Masyarakat Desa Lodan Kulon berharap, pembuatan embung tersebut akan dapat lebih meningkatkan hasil pertanian mereka terutama padi. (Mulyanto Ari Wibowo-54j) |