logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Tiga Calon Bupati Dipertemukan di Sunatan

  • Satu Pulang Dulu, Dua Nyanyi Bersama

PURWOREJO - Proses pemilihan bupati (pilbup) yang dijalankan KPUD Purworejo sudah sampai pada tahap penelitian berkas pendaftaran calon. Para calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) pun mulai sibuk dengan berbagai strategi pendekatan kepada calon pemilih.

Tidak mengherankan kalau iklim politik di daerah itu mulai menghangat. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, H Imam Abu Yusuf SH, mengharap suasana ketegangan antarcalon tidak perlu terjadi.

Karena itu, dia menyusun skenario untuk mempertemukan tiga calon bupati yang terdiri atas H Marsaid SH MSi yang dicalonkan PDI-P, H Kelik Sumrahadi SSos MM (Partai Golkar), dan DR Amelia A Yani (koalisi Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang). Caranya, dia mengundang tiga calon tersebut dalam acara syukuran khitanan putranya yang bernama Zulfikar Sinar Purba, malam Minggu lalu. Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cabang Purworejo itu pun menunjuk seorang pejabat eselon di Pemkab Purworejo, Ir Akhmad Fauzi MA, sebagai moderator.

Diundang pula Ketua DPRD Angko Setyarso Widodo, Ketua KPUD Drs Muslikhin Madiani, dan seluruh anggota DPRD. Rencana Imam, ketika tiga cabup itu berkumpul, akan diadakan semacam dialog antarcalon dengan harapan, persaingan politik antarcalon tidak terlalu memuncak.

Ternyata skenario yang disusun Imam Abu Yusuf itu meleset. Tiga cabup itu tidak hadir secara bersamaan. H Marsaid hadir lebih awal, disusul Amelia A Yani, dan terakhir Kelik Sumrahadi.

Mulanya tamu undangan yang sudah tahu skenario Imam Abu Yusuf menyangka ''resepsi politik'' segera akan berlangsung. Namun ternyata beberapa saat kemudian Marsaid berpamitan pulang dengan alasan hendak mengunjungi acara yang sama di Loano. Sudah tentu hanya Kelik dan Amelia yang berada di rumah Imam.

Panitia pun tidak kekurangan akal, Kelik diminta menyanyi dengan iringan organ tunggal yang telah disiapkan. Di luar dugaan, ternyata malah Kelik yang berusaha mengurai ketegangan dengan sesama calon. Dengan lagu "Suci Dalam Debu" yang biasa dilantunkan penyanyi Malaysia-Salem Iklim, Kelik bergaya mirip penyanyi tenar.

Dia menyanyi sambil berjalan ke sana kemari dan mendekati tempat duduk Amelia. Setelah itu, keduanya bernyanyi duet dengan lagu "Hatimu dan Hatiku" yang biasa dibawakan penyanyi kawakan Titiek Sandhora-Muchsin. Kendati tidak sesuai dengan rencana tuan rumah, acara malam itu berlangsung meriah, terutama karena Amelia sering menjadi sasaran gurauan para pengunjung. (yon-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA