| Rabu, 06 Juli 2005 | KEDU & DIY |
PSB Online Tak Bisa Diakses UtuhMAGELANG - Penerimaan siswa baru (PSB) sistem online yang baru pertama kali dilaksanakan di Kota Magelang mendapat sambutan positif dari para orang tua calon siswa. Disamping itu, juga muncul keluhan karena jurnal tidak bisa diakses lewat internet secara utuh seperti yang dijanjikan Dinas Pendidikan setempat. ''Sejak kemarin hingga hari ini (5/7) yang bisa diakses lewat internet hanya untuk 20 pendaftar, lainnya tidak tercatat. Sepertinya terjadi gangguan,'' kata Agus penduduk Japunan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, yang terpaksa harus datang ke SMA Negeri 1 untuk melihat jurnal PSB. Masalah lainnya, layar monitor di lima SMA Negeri dan tiga SMK Negeri yang PSB-nya menggunakan sistem online belum seragam. SMA Negeri 1 sudah menggunakan layar monitor LCD, sehingga bisa terbaca meski jaraknya agak jauh. SMA Negeri 3 menggunakan monitor TV. Akibatnya, orang tua serta calon siswa harus berdesak-desakan agar bisa melihat jurnal yang setiap jam selalu berubah. Tidak sedikit orang tua yang mendaftarkan anaknya di SMA Negeri 3 sebagai pilihan pertama, tapi untuk melihat jurnal harus lari ke SMA Negeri 1. Proses entry data juga dikeluhkan oleh Agus. Sebab, anaknya Mutia Nurdina sudah mendaftar ke SMA Negeri 1 sejak pukul 09.00, namun sudah satu jam lebih belum masuk jurnal. Mutia lulusan SMP Negeri 1 Kota Magelang yang meraih nilai ujian nasional (NUN) 29,57 hanya mendaftar di SMA Negeri 1. Kepala Dinas Pendidikan Drs Hari Riyadi MPd menyambut baik kritik dan masukan dari para orang tua calon siswa untuk perbaikan. Mengenai belum seragamnya layar monitor di lima SMA Negeri, Hari mengakuinya. Dia sedang berupaya secepatnya agar seluruh sekolah menggunakan layar monitor LCD. Mengenai proses entry data Kepala Dinas Pendidikan mengatakan, satu anak membutuhkan waktu tiga menit. Meski pendaftaran sudah ditutup pukul 14.00, entry data baru bisa selesai hingga malam hari. Kendala seperti itu yang masih harus dicarikan jalan ke luarnya. Hari menerangkan, diberlakukannya sistem online membuahkan kejutan di SMA Negeri 5. Sekolah ini tahun lalu kekurangan murid, sehingga PSB-nya diundur batas waktunya. ''Melihat PSB hari pertama kemarin yang mendaftar sudah 123 siswa dari daya tampung 235 siswa, saya optimistis sampai PSB ditutup 6 Juli, siswanya sudah penuh,'' tutur Hari. Dampak lain dari sistem online adalah para orang tua lebih realitis dalam mendaftarkan anaknya dengan melihat hasil nilai ujian nasional (NUN). (P.60-39h) Komentar Masyarakat Hartoyo, (Borobudur) Sistem online sangat bagus, tetapi lebih bagus lagi kalau bisa di-print sehingga tidak perlu menunggu lama. Apalagi setiap jam jurnalnya selalu berubah. Umpamanya para orang tua diminta mengganti Rp 100-Rp 200/lembar, saya kira pasti mau.(P60-39h) Agus, (Mertoyudan) Saya menilainya bagus, apalagi bisa diakses lewat internet. Sayangnya internet PSB Dinas Pendidikan Kota Magelang terjadi gangguan, jadi tidak bisa mengikuti perkembangan terakhir. Terpaksa harus datang ke SMA Negeri 1 karena jurnalnya baru terus. (P60-39h) Iskamto, (Magelang) Ini terobosan yang baik, sehingga orang tua tidak perlu harus bolak-balik keliling sekolah untuk melihat jurnal seperti PSB tahun sebelumnya. Sayangnya layar monitor antara SMA Negeri yang satu dan lainnya tidak sama. Di SMA Negeri 3 layar monitornya kecil, kalau di sini (SMA Negeri 1) besar, jadi mudah melihatnya. (P60-39h) Wasiat, (Magelang) Sistem online sangat membantu calon siswa mencari sekolah. Sebab, cukup mendaftar di satu sekolah sebagai pilihan pertama, kemudian disediakan sekolah pilihan kedua dan ketiga. Jadi tinggal melihat jurnal saja. (P60-39h) |