| Rabu, 06 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Kelangkaan Premium MeluasYOGYAKARTA - Kelangkaan premium yang terjadi beberapa hari terakhir ini bakal teratasi setelah Pertamina akan menyuplai bahan bakar tersebut ke SPBU. Suplai dilakukan agar ketersediaan premium kembali normal seperti hari-hari biasanya. Demikian diungkapkan Kepala Unit Pemasaran IV Cabang Yogyakarta, Imam Hidayat Chalik ketika berdialog dengan Komisi B DPRD DIY, kemarin. Dikatakannya, kelangkaan terjadi karena adanya pembatasan kuota dari pemerintah pusat mengenai pasokan BBM. ''Mulai hari ini permintaan SPBU akan kami penuhi sesuai dengan DO, bahkan kalaupun melebihi kuota tetap akan kami layani agar masyarakat tak lagi kesulitan memperoleh premium,'' papar Imam. Dia menjanjikan dalam tiga hari ini kelangkaan premium bisa teratasi setelah semua permintaan SPBU dipenuhi. Anggota DPRD mendesak agar hari itu juga kelangkaan bisa segera diatasi namun pihak Pertamina menyatakan perlu waktu.''Jangan sampai kelangkaan yang terjadi berlarut-larut sehingga menimbulkan dampak seperti demonstrasi dan lainnya,'' ujar anggota Komisi B, Muslih Ilyas. Dia minta Pertamina segera merealisasikan pernyataannya dan tidak sekadar janji. Menurutnya seumur-umur baru kali ini terjadi kelangkaan premium. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangn dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, Syahbenol Hasibuan mengakui memang ada pengurangan jatah untuk SPBU di DIY hingga 50 persen. Namun dia membantah jika terjadi kelangkaan. Semula, strategi yang digunakan adalah menutup secara bergantian SPBU. Namun hal tersebut dinilai kurang berhasil dan memunculkan antrean panjang. Akhirnya pemerintah memutuskan semua SPBU tetap buka hanya jatahnya saja yang dikurangi. Sementara itu sejumlah SPBU mengaku pengurangan itu berakibat mereka tidak bisa buka sehari penuh. Biasanya mereka tutup pukul 21.00 namun sudah beberapa hari ini hanya buka sampai sekitar pukul 15.00. Suparmo, salah satu petugas SPBU di kawasan Jalan Bantul, Yogyakarta mengungkapkan, saat ini SPBU tempat dia bekerja hanya mendapat jatah sekitar 16.000 liter per hari. Sebelumnya mereka mendapat jatah 32.000 liter. Pengurangan hanya terjadi di premium saja. Di Bantul Sejak dua hari ini warga Bantul dan sekitarnya kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bensin, bahkan Selasa (5/7) kemarin, di sejumlah SPBU terjadi antrean panjang. Antara lain di SPBU Diro, Gose, Wirokerten, Pandak, Banguntapan, dan sejumlah SPBU di Jalan Piyungan, Bantul. Langkanya BBM jenis premium ini membuat masyarakat kelabakan dan harus antre berjam-jam di sejumlah SPBU. Kelangkaan ini mulai dirasakan sebenarnya sejak Senin (4/7) malam lalu. Puncak kelangkaan terjadi Selasa kemarin, sehingga banyak SPBU tutup karena kehabisan stok atau belum menerima pengiriman. Menurut pengamatan, sejumlah SPBU terpaksa memberlakukan pembatasan jumlah pembelian. Untuk mobil maksimal hanya boleh diisi 25 liter saja. Aparat kepolisian juga terlihat disiagakan guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. (D19,sgt-39h) |