logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Malaysia Rekrut Pengungsi

KUALA LUMPUR - Operasi terhadap pekerja ilegal di Malaysia awal tahun ini menimbulkan persoalan baru. Malaysia tidak terhindar lagi kekurangan tenaga kerja, sehingga pemerintah terpaksa merekrut 40.000 pengungsi dari Indonesia dan Myanmar untuk bekerja secara legal di negeri itu.

Akibat operasi terhadap pekerja migran ilegal, sekitar 400.000 pekerja asing ilegal hengkang dari Malaysia. Hal itu mengakibatkan kelangkaan tenaga kerja.

"Kami akan merekrut para penyungsi yang terdaftar di UNHCR (organisasi PBB untuk penanganan pengungsi) sebagai tenaga kerja legal," kata Menteri Dalam Negeri Azmi Khalid. "Paling tidak, hal ini sedikit mengurangi kebutuhan untuk mengimpor tenaga asing."

UNHCR tentu saja menyambut terbuka keputusan tersebut. "Kebutuhan praktis dari dua pihak bisa terpenuhi, dan keputusan itu juga mencerminkan dedikasi kemanusiaan Malaysia," kata Volker Turk, perwakilan lembaga itu di Malaysia.

Di negeri itu, diperkirakan terdapat sekitar 60.000 pengungsi, namun hanya 40.000 pengungsi yang terdaftar di UNHCR. "Kami masih memproses pendaftaran para pengungsi lainnya," kata Turk.

Dari seluruh pengungsi terdaftar, sebanyak 20.000 di antaranya berasal dari Aceh, 10.000 orang berasal dari minoritas muslim Rohingya, Myanmar, dan 10.000 lainnya berasal dari berbagai kelompok etnis minoritas Myanmar.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA