logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Kebiasaan Menonton TV Perburuk Prestasi Akademik

CHICAGO - Menonton televisi lebih dari satu jam sehari ternyata berdampak buruk bagi perkembangan akademik anak-anak. Makin sering anak-anak menonton televisi, makin buruk prestasi akademiknya. Kesimpulan itu merupakan temuan dari tiga penelitian yang dipublikasikan Senin kemarin.

Terlalu banyak menonton televisi dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka kegemukan anak-anak dan menguatnya perilaku agresif. Temuan riset-riset itu dipublikasikan dalam jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi bulan ini. Menurut penelitian itu, menonton televisi cenderung membawa pengaruh merugikan berkaitan dengan prestasi akademik anak-anak.

Misalnya, anak-anak usia delapan tahun yang sering menonton televisi meraih nilai lebih rendah pada ujian nasional dibandingkan dengan mereka yang lebih sedikit waktu untuk menonton.

Sebaliknya, penelitian itu menemukan, aktivitas dengan komputer yang memiliki jaringan internet berdampak pada perolehan nilai akademik yang lebih tinggi. "Anak-anak yang memiliki televisi di kamarnya tetapi tidak punya akses komputer ternyata meraih nilai yang lebih rendah di sekolah. Sedangkan, anak-anak yang disediakan komputer tetapi tidak memiliki televisi di kamarnya memperoleh nilai lebih tinggi di sekolah," tulis Dina Borzekowski dari Johns Hopkins University di Baltimore.

Kemampuan Matematika

Di Amerika, tempat penelitian ini dilakukan, rata-rata tiap rumah memiliki tiga televisi. Anak-anak Amerika rata-rata menonton televisi selama 11 sampai 13 jam seminggu, atau sekitar dua jam sehari. Mempertimbangkan hasil riset ini, Akademi Pediatri Amerika mendesak para orang tua untuk membatasi anak-anak menonton televisi tidak lebih dari satu jam sehari.

Dalam dua penelitian lainnya di jurnal yang sama disebutkan, anak-anak yang sering menonton televisi sebelum usia tiga tahun ternyata memiliki prestasi akademik lebih rendah di kemudian hari. Sedangkan, anak-anak yang mulai menonton televisi pada usia tujuh tahun lebih berpeluang menyelesaikan pendidikan SLTA atau perguruan tinggi.

Para peneliti di Universitas Washington melaporkan, sebanyak 59 persen anak-anak di bawah usia dua tahun di AS menonton televisi 1,3 jam sehari. Padahal, tidak ada tayangan yang bermuatan edukasi untuk anak-anak seusia itu.

Analisis terhadap 1.000 anak-anak selama sepuluh tahun memperlihatkan, anak-anak usia di bawah 3 tahun yang sudah memiliki kebiasaan menonton televisi, ternyata mengalami perkembangan kognitif lebih buruk setelah beranjak besar.

Menonton televisi bisa membantu pemahaman dasar membaca dan kemampuan mengingat pada anak usia 3-5 tahun, tetapi tidak mendukung perkembangan komprehensi membaca atau matematika.

"Kesimpulannya, menonton televisi bagi anak-anak hanya sedikit manfaatnya," kata seorang peneliti, Frederick Zimmerman.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA