logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Kuil Diserang, Enam Tewas

LUCKNOW - Baku tembak sengit antara pasukan polisi India dan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah kuil Hindu tempat pemujaan Dewa Rama di Kota Ayodhya, Negara Bagian Uttar Pradesh, Selasa kemarin.

Polisi menewaskan lima penyerang tak dikenal, sedangkan seorang penyerang lainnya meledakkan diri persis di depan pagar besi yang mengelilingi kuil tersebut. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai jumlah korban di pihak polisi.

Kuil Dewa Rama telah menjadi titik konflik sektarian antara umat Islam dan garis keras Hindu sejak tahun 1990-an. Tempat pemujaan tersebut dibangun pada 1992 oleh kaum garis keras Hindu, setelah mereka terlebih dulu meruntuhkan sebuah masjid yang berasal dari abad ke-16.

Kalangan garis keras Hindu meyakini bahwa lokasi tersebut merupakan tempat kelahiran Dewa Rama ribuan tahun lalu.

Polisi belum mengetahui kelompok yang bertanggung jawab atas penyerangan itu. Partai Shiwa Sena yang berhaluan kanan menuding serangan itu dilakukan oleh kelompok militan Islam dan mendapat dukungan dari Pakistan.

Para aktivis Shiwa Sena merespons serangan militan tersebut dengan membakar bendera Pakistan di Bombay, salah satu pusat keuangan di India.

Namun, juru bicara Departemen Luar Negeri Pakistan membantah tuduhan itu. "Kami menentang terorisme dalam segala bentuk," kata juru bicara Deplu Pakistan itu.

Terkendali

Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Uttar Pradesh Alok Sinha mengatakan situasi telah berhasil dikendalikan sepenuhnya. Dia menambahkan, seorang penyerang meledakkan diri selama baku tembak berlangsung. Penyerang itu tampaknya mengikatkan sejumlah bom rakitan di tubuhnya.

Kaum garis keras Hindu mengutuk keras insiden penyerangan ke kuil Dewa Rama tersebut. Partai Bharatiya Janata (PBJ) yang berhaluan nasionalis segera mengumumkan akan mengadakan demonstrasi Rabu ini, sebagai bentuk protes terhadap serangan itu.

"Serangan ini sangat serius, bukan semata-mata bermakna simbolis," kata Ketua PBJ Lal Khrisna Advani, yang menjadi pemimpin kampanye pembangunan kuil Dewa Rama pada 1990-an. "Reaksi terhadap serangan ini harus setimpal."

Hisbul Mujahidin, kelompok militan di Kashmir, justru menuding serangan itu sebagai konspirasi kelompok-kelompok garis keras Hindu.

"Serangan itu memperburuk hubungan umat Islam dan Hindu. Serangan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok garis keras Hindu," kata seorang anggota kelompok Hisbul Mujahidin.

Kepolisian India mengatakan, enam penyerang itu datang dengan menggunakan sebuah mobil dan satu jip bermuatan bahan peledak. Jip tersebut kemudian meledak persis di depan pagar besi tinggi yang mengelilingi kompleks kuil seluas 30 hektare itu.

Setelah jip menghancurkan pagar berwarna kuning itu, mobil yang dinaiki lima militan masuk ke dalam kompleks kuil. Mereka kemudian menembaki personel polisi yang berada di sana. Baku tembak pun pecah. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA