logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Kelompok Antiglobalisasi Mendemo KTT G8

EDINBURGH - Sehari menjelang pertemuan puncak negara-negara maju Kelompok Delapan (G8) di Kota Edinburgh, Skotlandia, polisi antihuru-hara terlibat bentrok dengan kelompok pengunjuk rasa, Selasa kemarin.

Bentrokan itu terjadi setelah demonstrasi berubah menjadi kericuhan. Sebanyak 21 orang menderita luka-luka dan beberapa lainnya pingsan dalam kericuhan tersebut. Polisi mengatakan telah menangkap 90 orang yang terlibat dalam demonstrasi.

Aksi massa tersebut semula berlangsung damai. Para demonstran menabuh kendang, membunyikan bel, dan menari-nari di jalanan. Tak jauh dari tempat para pengunjuk rasa menari-nari, polisi membentuk barisan pertahanan untuk mencegah demonstran memasuki jalan utama.

Unjuk rasa tersebut berubah ricuh setelah sekitar 30 anggota kelompok Black Bloc membaur dengan dua ratusan demonstran lain. Kelompok aktivis tersebut kemudian mencoba menerobos barisan polisi. Ulah provokasi itu ditanggapi polisi dengan cara kekerasan, sehingga bentrokan pun tak terhindarkan.

Black Bloc adalah kelompok aktivis anti-globalisasi yang membangun basis massa di Jerman dan negara-negara Skandinavia. Mereka sering melakukan aksi-aksi radikal. Ciri khas kelompok itu adalah, para aktivisnya selalu mengenakan pakaian hitam dan bertopeng saat berunjuk rasa.

Pengamanan Ketat

Unjuk rasa tersebut merupakan rangkaian dari gelombang aksi massa sejak akhir pekan lalu di Edinburgh. Sekitar 200.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi terbesar di Skotlandia, Sabtu lalu.

Mereka membentuk rantai manusia yang nyaris mengepung seantero Kota Edinburgh. Aksi massa itu menyerukan para pemimpin negara-negara maju agar lebih serius dalam upaya mengakhiri kemiskinan di dunia, terutama di Afrika.

Polisi Skotlandia memperketat pengamanan sejak pekan lalu. Mereka tidak ingin pertemuan puncak G8 di Hotel Gleneagles, Rabu ini sampai Jumat (8/7), dinodai dengan kerusuhan massal seperti yang terjadi di Italia (2001) dan Prancis (2003).

Polisi berpatroli di berbagai jalan ibu kota Skotlandia itu. Iring-iringan konvoi mobil polisi sering terlihat di jalan-jalan kota. Setiap kali bertemu kumpulan orang yang diduga hendak berdemonstrasi, mereka selalu berusaha membubarkannya.

Anehnya, situasi seperti itu justru menarik perhatian para turis. Mereka malah menjadikan unjuk rasa dan aktivitas polisi tersebut sebagai tontonan.

"Peristiwa seperti ini sangat menghibur. Yang jelas, menonton orang berdemonstrasi jauh lebih murah ketimbang mengunjungi kastil atau rekreasi ke tempat wisata lain," kata Ricky, seorang pemuda Hong Kong yang sedang berwisata di Edinburgh.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA