logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Militan Irak Incar Diplomat Arab

BAGDAD - Militan Irak rupanya mulai mengincar diplomat-diplomat dari negara-negara Arab. Setelah tiga hari lalu mereka menculik diplomat Mesir, militan Irak Selasa kemarin menembak seorang diplomat Bahrain.

Sebuah bom meledak di dekat kedutaan Iran. Beberapa jam kemudian, gedung kedutaan Pakistan di Bagdad diberondong tembakan.

Sebanyak empat orang militan menembaki mobil diplomat Bahrain Hassan Malalla al-Ansari yang sedang melaju di distrik Mansour. Seorang perawat rumah sakit mengatakan, Hassan terkena tembakan di lengan kanannya. Diplomat ini hendak berangkat ke kantornya saat insiden itu terjadi.

Kabin mobil berplat diplomatik itu tampak terkena ceceran darah. Dua butir peluru mengenai lampu-lampu mobil. Keempat ban mobil pecah terkena peluru. Begitu pula bodi mobil, tergores-gores diterjang berondongan peluru.

Pemerintah Irak menduga serangan-serangan tersebut bertujuan mengintimidasi negara-negara Arab. Pasalnya, negara-negara Arab berniat meningkatkan hubungannya dengan Bagdad.

"Tidak mengherankan. Penculikan diplomat Mesir bertujuan menakut-nakuti kedutaan adan misi-misi asing di sini. Itu pula motif mereka menembak diplomat Bahrain," kata juru bicara pemerintahan Irak, Laith Kubba.

Seorang polisi di lokasi kejadian mengatakan, Hassan ketika itu sedang mengendarai mobil sendirian.

Tidak lama setelah kejadian itu, sebuah bom meledak di dekat gedung kedutaan Iran di Bagdad. Namun, menurut polisi, militan hendak mengincar satu regu patroli AS, bukan gedung kedutaan itu. Seorang petugas satpam kedutaan cedera terkena pecahan bom. Seorang staf kedutaan mengatakan, meski terjadi ledakan, aktivitas di kedutaan tetap berjalan seperti biasa.

Beberapa jam setelah penembakan terhadap diplomat Bahrain, militan Irak menembaki rombongan diplomat Pakistan. Seorang polisi mengatakan, militan dengan dua mobil menembaki rombongan diplomat itu saat dalam perjalanan di distrik Bagdad. Namun, kelompok militan kemudian melarikan diri setelah polisi pengawal membalas tembakan mereka. Tidak ada korhan terluka dalam tembak-menembak itu.

Hubungan dengan AS

Pada Sabtu lalu, calon dubes Mesir untuk Irak Ihab el-Sherif diculik oleh sekelompok orang bersenjata. Penculikan itu terjadi selang beberapa hari setelah Mesir mengumumkan, misi diplomatiknya di Bagdad akan ditingkatkan menjadi status duta besar penuh.

Kedutaan Mesir tidak bersedia berkomentar soal insiden itu. Staf kedutaan mengatakan, sampai kemarin belum ada pemberitahuan atau kontak dari kelompok penculik.

Bahrain diketahui menjalin hubungan erat dengan Amerika Serikat. Bahrain menyediakan pangkalannya bagi Angkata Laut AS, yang berperan penting dalam invasi Irak pada 2003. Meskipun pemerintahan Bahrain dikuasai oleh muslim Suni, sebagian besar penduduknya adalah Syiah.

Para pemimpin AS dan Irak mendesak negara-negara Arab untuk memherikan pengakuan penuh atas pemerintahan Syiah di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Ibrahim al-Jafaari, yakni dengan cara meningkatkan hubungan diplomatik. Padahal, banyak warga Arab Suni curiga dengan dukungan AS terhadap Pemerintah Irak. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA