| Rabu, 06 Juli 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiPersaingan Ponsel Tak SehatYOGYAKARTA - Pasar telepon selular (ponsel) yang semakin marak di Yogyakarta memang menggembirakan bagi pelaku usaha di bidang tersebut. Namun di balik itu ternyata persaingannya sudah tidak lagi sehat. Direktur Galaxy International Retail, Sony Mulyadi mengungkapkan hal itu kepada wartawan di sela-sela acara menjelang peringatan HUT ke-4 pusat ponsel miliknya yang berdiri sejak tahun 2001, kemarin. Menurutnya ketidaksehatan persaingan karena kenakalan sejumlah oknum sehingga mengakibatkan konsumen kecewa dan rugi. Ada lagi bentuk kenakalan lain yakni mengganti asesoris ponsel dengan yang tidak asli sementara aslinya dijual tersendiri. Yang paling memprihatinkan, ada pelaku di bidang itu hanya mengganti casing ponsel lantas menjual dagangannya sebagai barang baru yang dikenal sebagai barang rekon. Masih banyak bentuk lain kenakalan pelaku usaha di bidang tersebut yang semuanya berakibat pada kerugian konsumen. Cara-cara seperti itulah akhirnya membuat persaingan ponsel tidak sehat. Melihat kondisi demikian, Sony menyarankan agar konsumen membeli barang resmi dan bergaransi. Pasalnya, mata awam belum tentu bisa melihat segel asli atau tidak pada barang bekas maupun ilegal atau dikenal sebagai black market. (D19-59) Aset PMA Tak Dinasionalisasi JAKARTA-Pemerintah menjamin tidak akan ada nasionalisasi terhadap perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Indonesia. Kalau pun ada, maka nasionalisasi akan melalui proses pembayaran atau kompensasi yang sesuai harga pasar. "Kami jamin tidak akan ada nasionalisasi," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Luthfi usai seminar tentang investasi di Hotel Mulia Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (5/7). Tidak adanya nasionalisasi PMA merupakan salah satu poin penting dalam draft RUU Investasi. Rencananya, draft RUU Investasi akan diselesaikan BKPM akhir bulan ini. Menyangkut insentif bagi investor asing, Luthfi menjelaskan pemerintah masih terus membicarakan, karena insentif tidak hanya menyangkut masalah fiskal. (dtc-33) |