logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 BUDAYA
Line

Seperti Pemain Ketoprak

KEPIAWAIAN Butet Kartaredjasa sebagai aktor memang tidak diragukan lagi. Motor Teater Gandrik ini mempunyai jam terbang tinggi dalam dunia teater. Setelah bermain dalam sebuah lakon produksi Teater Koma, putra penari Bagong Kusudihardjo ini akan menunjukkan kemampuannya bermain watak bersama Teater Mandiri.

"Tahun 1984, atau 21 tahun lalu, saya pernah mengikuti workshop Teater Mandiri di Yogyakarta. Setelah itu timbul keinginan saya suatu saat bermain bersama Teater Mandiri," ungkap Butet di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta, kemarin.

"Buat saya, nyantrik adalah salah satu cara mengasah keaktoran saya sebagai pemain teater. Karena saya sejatinya pemain teater otodidak yang tidak berangkat dari bangku pendidikan formal (keteateran)," kata Butet mengenai manfaatnya main bersama Teater Mandiri.

Dalam lakon "Jangan Menangis Indonesia", Butet yang dipasangkan dengan Rieke Dyah Pitaloka, diberi kebebasan oleh Putu Wijaya selaku sutradara untuk menginterpretasikan lakon yang dimainkannya.

"Saya hanya di-brief sebentar oleh Mas Putu. Setelah itu saya harus mampu bermain layaknya pemain ketoprak ketika naik panggung," kisahnya.

Butet kemudian mengenang masa kecilnya. Ketika itu dia kerap diajak ayahnya nonton ketoprak tobong.

"Para pemain ketoprak itu mempunyai kejeniusan yang luar biasa. Mereka hanya diberi pengarahan singkat oleh sutradara, namun mampu memainkan perannya dengan sangat baik," kata dia yang kini harus menghapal naskah setebal 3 halaman untuk adegan monolog. (Benny Benke-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA