logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 06 Juli 2005 BANYUMAS
Line

Pesat, Laju Investasi di Banyumas

PURWOKERTO-Pertumbuhan investasi di Banyumas beberapa tahun terakhir ini tergolong pesat. Pada tahun ini sampai Juni lalu, investasi di sektor perdagangan, jasa, dan properti dari investor lokal dan luar daerah yang bergulir Rp 64 miliar.

Angka itu dihitung berdasar pengajuan izin gangguan lingkungan ke Kantor Pelayanan Perizinan dan Investasi (KPPI) serta telah mengantongi SIUP dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UKM. Adapun sektor usaha yang telah berjalan, tetapi perizinan sedang diurus karena ada perubahan peraturan dan diperbarui, diperkirakan juga cukup tinggi.

Berdasar dari ketiga instansi itu serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), selain investasi Rp 64 miliar ada sekitar Rp 64,8 miliar dari investasi nonfasilitas. Dana itu rencananya ditanamkan oleh enam perusahaan yang saat ini dalam proses perizinan dan membangun infrastruktur.

Keenam perusahaan adalah Toserba Yogya sekitar Rp 25 miliar, SPBU Langgongsari (Cilongok) Rp 7,5 miliar, SPBU Karangkemiri (Karanglewas) Rp 7,5 miliar, PT Pusaka Laksana Mulia Rp 2,9 miliar, PT Gebas Menara Sakti Rp 1 miliar, dan PT Dharma Satya Nusantara Rp 21 miliar. Sektor itu jika sudah terwujud diperkirakan menyerap ratusan tenaga kerja.

Nilai investasi itu belum termasuk di sektor perbankan, asuransi, dan lembaga keuangan nonperbankan lain. Nilainya diperkirakan ratusan miliar. Tahun ini ada 94 bank umum di Banyumas dan 32 BPR.

Kepala KPPI Banyumas Toto Budi Santoso didampingi Kepala Seksi Investasi Wiratno mengatakan, di luar investasi nonfasilitas ada 86 pemohon usaha perorangan, badan usaha, penanaman modal dalam negeri, dan perusahaan. Tenaga kerja yang bakal terserap sekitar 800 orang.

''Angka pertumbuhan investasi di sini dari tahun ke tahun meningkat. Itu tak lepas dari pelayanan yang baik oleh semua pihak, termasuk KPPI. Meski melewati berbagai dinas terkait, prosesnya kini lebih cepat, asal sesuai dengan ketentuan,'' ujar Toto, kemarin.

Kepala Bappeda Hudi Utami menyatakan tahun 2004 nilai investasi yang masuk sekitar Rp 53,87 miliar, 2003 sekitar Rp 93,32 miliar, dan 2002 sekitar Rp 50 miliar. Itu pun yang berkait dengan pelayanan umum pemerintah.

''Karena Banyumas dan Purwokerto bukan daerah industri, PMA atau investor domestik lain yang tertarik masih kecil. Namun kami punya keunggulan di sektor perdagangan dan jasa. Meski belum besar, tingkat penyebaran usaha tergolong tinggi,'' katanya. (G22-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA